Waduh Bahaya! Menko Luhut Blak-blakan Ada yang Lebih Mengerikan dari Omicron

Oleh : Ridwan | Kamis, 10 Februari 2022 - 08:40 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pandemi Covid-19 tak kunjung berakhir, bahkan muncul varian baru Omicron yang membuat banyak negara termasuk Indonesia masih berkutat menghadapi pandemi.

Walaupun Covid-19 menjadi momok menakutkan, menurut Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan ada hal yang lebih mengancam dari pandemi, yaitu masalah perubahan iklim yang kini menjadi perhatian dunia.

"Omicron tidak hanya menjadi sumber ketidakpastian di 2022, kita tahu bahwa perubahan iklim semakin mengancam," kata Luhut dalam acara Mandiri Investment Forum (9/2).

Luhut juga menegaskan bahwa temperatur dunia kini kian hari kian semakin memanas. Itulah sebabnya dibutuhkan komitmen dari semua negara untuk mengurangi emisi karbon, demi menekan laju kenaikan suhu bumi.

"Berdasarkan rekomendasi kita harus menjaga suhu agar tidak lebih dari 1,5 derajat celcius," tambah Luhut.

Menurutnya, Indonesia sudah melakukan berbagai upaya. Salah satunya adalah memastikan investasi yang ada, dan harus ramah lingkungan dan memenuhi target net zero emission (NZE).

Luhut menegaskan bahwa target pemerintah adalah menghentikan operasional PLTU sebanyak 5,5 gigawatt (GW), yang akan dicapai pada 2030 mendatang.

Langkah mempensiunkan PLTU sebanyak 5,5 GW itu dilakukan bersamaan dengan meningkatkan energi baru terbarukan (EBT). Dan diitargetkan porsi pembangkit EBT bisa mencapai 51% dalam Rencana Usaha Penyediaan Listrik (RUPTL) 2021-2030.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →