Festival Bakar Tongkang 2017, Datangkan 47 Ribu Wisatawan Ramaikan Riau
INDUSTRY.co.id, Jakarta - Festival Bakar Tongkang yang sudah sejak tahun 1883 itu akan hadir kembali di Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, dan akan diselenggarakan pada tanggal 10-11 Juni 2017 mendatang.
Banyaknya antusias dari para wisatawan yang ingin menyaksikan festival tersebut, terbukti hotel-hotel dan berbagai jenis penginapan di Bagansiapiapi, sudah habis dibooking wisatawan yang akan mengikuti prosesi festival tersebut.
Menurut Kadispar Riau Fahmi Usman menginformasikan bahwa acara #BakarTongkang nya sendiri bakal dilangsungkan persis 11 Juni 2017. Jamnya masih fleksibel, karena harus melihat tanda-tanda waktu yang tepat.
“Budaya Bakar Tongkang ini akan dimulai dari Klenteng, dilanjutkan dengan arak-arakan yang membawa dan memikul tongkang, atau perahu ke lokasi pembakaran,” ujar Fahmi, melalui keterangan tertulisnya, Jumat (9/6/2017)
Festival budaya ini sudah diselenggarakan telah bertahun-tahun dah sudah menjadi tradisi di Kabupaten Rokan Hilir, sampai sekarang diyakini oleh masyarakat Tionghoa dari berbagai negara, tambahnya.
Festival Bakar Tongkang 2017, di Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau (Foto: web.facebook.com/kemenpar)
Sebagai atraksi tahunan, #BakarTongkang itu sudah menjadi tradisi turun temurun dan dipertahankan oleh komunitas itu. Tongkangnya memiliki tiang layar tinggi, lali dibakar sampai tumbang. “Nah, tumbangnya mengarah ke mana? Itu diyakini oleh komunitas itu sebagai arah rezeki itu datang. Misalnya mengarah ke laut, maka tahun ini rezeki datang dari laut. Kalau menuju ke darat, maka rezeki akan datang dari daratan,” ucap Fahmi.
Wisman yang biasa terbang ke Riau untuk mengikuti prosesi #BakarTongkang ini banyak yang berasal dari etnis Tionghoa, dari banyak Negara. Ada yang dating dari Canada, USA, Tiongkok, Singapore, Malaysia, Singapore. Tahun lalu ada 47 ribu wisatawan, terdiri dari 15 ribu wisman, 32 ribu wisnus.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil) sendiri melalui Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) dan BUMD PD Sarana Pembangunan Rohil membuka trayek "Tour Pulau Jemur". Trayek ini untuk memeriahkan acara Ritual Bakar Tongkang.
"Trayek kita buka dan rencannya langsung Pergi Pulang (PP) dengan ongkos hanya Rp 280 ribu rupiah," ujar Sekretaris Daerah Rohil Surya Arfan didampingi Kadisparpora Rohil Ali Asfar.
Pihak BUMD menggandeng KSO BUMD PD SPR, PT APL Batam untuk Kapal ferry yang akan digunakan. Nantinya kapal akan mampu menampung sebanyak 80 orang untuk setiap kali keberangkatan.
Pemkab Rohil, tambahnya, juga sudah menyebarkan banner tentang program ini baik ke masyarakat maupun melalui media sosial dan ke seluruh hotel-hotel.
Kadisparpora Rohil Ali Asfar menambahkan, keberangkatan trayek Tour Pulau Jemur jika memungkinan pada 8 Juni akan dimulai dan rencananya sampai dengan selesainya acara Bakar Tongkang.
"Mulai hari ini Bagansiapiapi sudah mulai ramai, diperkirakan sepekan kedepan akan makin ramai sampai acara puncak. Jadi sebelum itu kita bisa jalankan Tor Pulau jemur ini dan kita serahkan ke BUMD untuk mengelolanya," kata Ali Asfar.
Untuk Wisata, Pulau jemur masih mengedepankan sensasi keindahan alam yang merupakan Jamrud Selat Malaka dengan wisata Bahari yang sangat menawan. Trakyek ini juga salah satu upaya promosi yang dilakukan untuk Pulau Jemur kepada wisatawan baik dalam maupun luar negeri.
Selain usaha perhotelan, tentu saja bisnis lain yang mendukung industri pariwisata juga akan menikmati dampak positif dari kedatangan ribuan wisatawan di Festival Bakar Tongkang. Sebut saja usaha transportasi, kuliner, perdagangan, serja sektor jasa.
Dua tahun terakhir, kunjungan wisatawan mancanegara ke Riau terus meningkat. Jika pada 2015, mencapai 54.700 orang, maka pada 2016 lalu mencapai 75.000 orang. Pemerintah Provinsi Riau menargetkan kunjungan wisatawan pada 2017 ini terus meningkat.
Ritual Bakar Tongkang adalah acara budaya untuk memperingati kehadiran masyarakat Tionghoa ke tanah Bagansiapiapi pada tahun 1820. Pada festival ini akan ada ritual atau upacara bakar tongkang yang dilakukan sebagai simbol bahwa masyarakat Tionghoa di Bagansiapiapi tak akan kembali lagi ke tanah leluhur dan berjanji untuk mengembangkan diri di kota yang punya julukan Hong Kong van Andalas ini.
Event Bakar Tongkang biasanya didominasi wisatawan mancanegara marga Tionghoa. Mereka tersebar di berbagai negara seperti Amerika Serikat, Kanada, Cina, Hong Kong, Malaysia, Singapura. (Kemenpar)