Industri Agro Tumbuh 5% di 2022, Kemenperin: Sektor Mamin Masih Jadi Primadona

Oleh : Ridwan | Kamis, 16 Desember 2021 - 08:05 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memproyeksikan industri agro akan tumbuh sebesar 5 (lima) persen pada tahun 2022. 

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika kepada wartawan di Jakarta, Rabu (15/12/2021).

"Kalau proyeksi pertumbuhan masih di angka 5 persen. Pasalnya daya beli masyarakat masih belum pulih sempurna. Kedepan, kami optimis bisa tumbuh dua digit," katanya.

Dijelaskan Putu, sektor industri agro memberikan kontribusi yang besar terhadap perekonomian nasional. Tercatat pada kuartal III tahun 2021, industri agro berkontribusi 8,77% terhadap perekonomian nasional. 

Selain itu, industri agro juga turut berkontribusi 51,16 persen terhadap pertumbuhan industri nonmigas. Industri makanan dan minuman (mamin) memberikan kontribusi sebesar 38,91% terhadap pertumbuhan industri nonmigas.

Kontribusi lainnya berasal dari industri pengolahan tembakau sebesar 4,46%, industri kertas dan barang dari kertas sebesar 3,78%, industri kayu dan barang dari kayu sebesar 2,62%, serta industri furnitur sebesar 1,40%.

"Industri mamin masih menjadi primadona dari segi investasi. Tercatat hingga triwulan III-2021, total investasi sektor mamin mencapai Rp 48 triliun," terang Putu.

Bahkan, sektor industri agro juga berperan penting dalam memberikan kontribusi terhadap capaian nilai ekspor industri pengolahan nonmigas dengan sumbangsihnya sebesar 36,73%. Selain itu, berkontribusi sebesar 28,54% terhadap total ekspor nasional pada triwulan III-2021.

"Kami berharap ekspor yang sudah gemilang ini tidak melemah akibat kelangkaan kontainer yang menjadi masalah yang cukup pelik," katanya.

Saat ini, menurut Putu, hampir sebagian besar negara-negara di dunia melakukan hambatan-hambatan trading, salah satunya China yang melakukan re-registrasi untuk importirnya.

",Hambatan-hambatan ini yang sedang kita selesaikan secepatnya agar tidak menghambat ekspor kita," tutup Putu.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →