Manajemen Metro Realty Upayakan Kemitraan dengan Tenant agar Buka Usaha di Pusat Belanja dan Gedung Perkantoran Metro

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 03 Desember 2021 - 13:22 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Manajemen PT Metro Realty Tbk (MTSM) akan mengupayakan mencari para penyewa (tenant) baru agar dapat membuka usaha mereka di pusat-pusat perkantoran dan pusat perbelanjaan yang dikelola perseroan. Tenant baru ini dijadikan mitra usaha MTSM agar mereka dapat menjalankan usaha mereka dengan berbagai fasilitas yang diberikan perseroan.

 

Rosemary Maruli, Presiden Direktur MTSM, mengemukakan, sejak pandemi Covid-19 marak terjadi di Indonesia, kegiatan bisnis di berbagai mal ataupun pusat perkantoran mengalami penyusutan yang besar, bahkan hampir nol.

 

Itu terjadi karena para tenant di pusat-pusat perbelanjaan itu banyak yang menutup kegiatan usaha mereka karena berbagai pembatasan yang diberlakukan pengelola pusat-pusat belanja dan perkantoran tersebut. Mereka kemudian mengganti sistim usaha mereka melalui daring (online).

 

“Akan tetapi, tidak semua tenant yang memahami sistim usaha online tersebut sehingga mereka masih berupaya menjalankan bisnis secara offline atau tatap muka. Karena itu, para tenant yang seperti ini, kami rangkul dan kami jadikan mitra dalam berbisnis,” tutur Rosemary dalam acara paparan publik di Jakartra, Jumat (03/12/2021).

 

Rosemary mengungkapkan, kemitraan tersebut berlangsung di mana para tenant itu masih membutuhkan tempat untuk berdagang dan berusaha. Sementara itu, perseroan masih menyediakan tempat berdagang dan berusaha dengan berbagai fasilitas yang memadai. Salah satu fasilitas yang diberikan perseroan adalah harga sewa yang mengalami diskon yang cukup signifikan dan cara pembayaran yang lebih lunak.

 

“Kami juga berupaya mencari para tenant yang merupakan generasi muda yang membuka usaha, baik secara online maupun offline agar mereka dapat memahami bahwa kemitraan yang kami realisasikan ini merupakan sebuah kesempatan baik agar dapat terus mempertahankan usaha mereka pasca pandemi ini nanti,” papar Rosemary.

 

Sementara itu, Sukardi, Direktur Keuangan MTSM, menuturkan, perseroan pada 2022 nanti masih belum ada rencana untuk melakukan aksi korporasi (corporate action), sehingga perseroan pada tahun depan masih belum mengalokasikan belanja barang modal (capital expenditure/capex).

 

“Karena itu, dana yang ada pada kami saat ini nantinya akan digunakan untuk membiayai berbagai perbaikan gedung-gedung serta membiayai berbagai keperluan ketika kami menjalankan kemitraan dengan para tenant,” jelas Sukardi.

 

Sukardi mengatakan, langkah tersebut diambil manajemen perseroan agar nilai bottom line perseroan yang hingga kini maish negatif dapat dikurangi sedikit demi sedikit. Upaya strategis ini dilakukan secara berkesinambungan agar dapat berdampak positif bagi kinerja perseroan ke depan. (Abraham Sihombing)