Produksi Inalum Meningkat, APBN Selamat

Oleh : kormen barus | Kamis, 18 November 2021 - 08:25 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Jakarta-Anggota Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga mengatakan, bila kapasitas produksi PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) meningkat, ada keuangan negara yang bisa dihemat dan diselamatkan. Artinya, APBN tidak tergerus lagi untuk mengimpor kebutuhan aluminium di dalam negeri.

Demikian disampaikan Lamhot saat mengikuti pertemuan dengan Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI dengan direksi PT Inalum di Asahan, Sumatera Utara, Selasa (16/11/2021). Kapasitas produksi PT. Inalum belum kunjung meningkat sejak tahun 1976. Kekurangan produksi alumunium untuk kebutuhan di dalam negeri selalu ditutup dengan impor. Cadangan devisa negara pun ikut tergerus.

“Produksi Inalum belum berkembang sejak 1976 sampai hari ini. Dari direksi sebelumnya juga belum teredengar ada rencana penambahan kapasitas. Kalau Inalum kita biarkan, berarti kita impor 748 ribu ton aluminium, akan tergerus juga devisa kita. Kalau Inalum berhasil mengembangkan produksinya sampai 500 ribu ton, berarti yang diuntungkan APBN kita," ungkap politisi Partai Golkar itu.

Kekurangan kapasitas produksi Inalum sedang menjadi sorotan Komisi VII DPR. Untuk meningkatkan produksi butuh pasokan listrik. Pasokan listrik dari dua PLTA milik Inalum, belum cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik. Di sinilah pentingnya keberadaan Komisi VII untuk melihat dari dekat persoalan yang ada. Pasokan listrik bisa ditambah dari PLTA milik PLN. "Komisi VII akan memfasilitasi bagaimana kekurangan listrik 600 MW ini bisa dipenuhi," imbuh Lamhot.

Kormen Barus

Pimpinan Redaksi

Kormen Barus adalah seorang jurnalis dan editor senior yang saat ini dikenal sebagai Pimpinan Redaksi di media portal berita nasional ⁠Industry.co.id. Ia juga memiliki rekam jejak sebagai jurnalis untuk portal Infomoneter dan Redaktur Pelaksana di Majalah Business Review. Selain aktif di dunia jurnalistik, ia adalah penulis yang telah menerbitkan karya di bidang lingkungan, seperti buku yang berjudul "Desa Mandiri Menuju Langit Biru di Bumi Khatulistiwa

Lihat semua artikel →