Pakuwon Jati Bagi Dividen 2016 Sebesar Rp216 Miliar

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 02 Juni 2017 - 19:03 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pemegang saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) hari inj di Jakarta menyetujui pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2016 bernilai total Rp216 miliar (Rp4,5 per saham). Dividen tersebut rencananya dibagikan pada awal Juli 2017.

"Total dividen yang dibagikan tersebut mencapai 13% dari laba bersih konsolidasi perseroan pada 2016 sebesar Rp1,67 triliun," ujar Minarto, Direktur Keuangan PWON, kepada wartawan dalam acara paparan publik usai RUPST, Jumat (02/06/2017).

Minarto mengemukakan, besarnya dividen tunai 2016 yang dibagikan kepada para pemegang saham perseroan tersebut adalah sama besar dengan nilai dividen tunai perseroan pada 2015.

"Itu menggambarkan komitmen berkelanjutan perseroan kepada para pemegang saham PWON," tukas Minarto.

Selain untuk pembayaran dividen, demikian Minarto, manajemen PWON juga menyisihkan dana Rp1 miliar yang diambil dari laba bersih 2016 tersebut untuk dana cadangan.

"Sisa laba bersih PWON pada 2016 tersebut dibukukan sebagai laba ditahan (retained profit) untuk memperkuat pertumbuhan pendapatan berkelanjutan (recurring income) dan pengembangan berbagai produk properti perseroan.

Pakuwon Jati adalah pemilik, pengelola dan pengembang properti yang tahun ini memasuki usia ke-35 tahun. Perusahaan telah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 1989. Pakuwon Jati terus akan bertumbuh dengan strategi pertumbuhan yang seimbang antara recurring income dan development revenue. (Abraham Sihombing)

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →