Untuk Raih Dana Rp7 Triliun, Waskita Karya Tawarkan Beberapa Saham Ruas Tol

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 29 Mei 2017 - 15:45 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Manajemen PT Waskita Karya Tbk (WSKT) berencana akan menawarkan kepemilikan saham beberapa ruas tol dari paket jalan tol Trans Jawa. Disamping itu, manajemen WSKT juga akan melakukan penawaran tender (tender offer) terhadap 18 ruas tol yang telah memiliki hak konsesi.

“Dari kedua tindakan korporasi tersebut, kami berharap dapat meraih dana minimal Rp7 triliun hingga September tahun ini,” ujar Muhammad Choliq, Direktur Utama WSKT, dalam konferensi pers di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Senin (29/05/2017).

Choliq mengemukakan, kedua langkah tersebut dilakukan perseroan untuk meningkatkan ekuitas perseroan demi mendanai sejumlah proyek strategis yang dimiliki Waskita Karya.

Kendati demikian, menurut Choliq, manajemen WSKT berharap agar investor tidak hanya membeli sahamnya saja, melainkan juga akan mengambil alih utang-utang perseroan. Dengan demikian, beban perseroan akan dapat berkurang. Karena itu, manajemen WSKT berharap akan ada investor yang berminat untuk mengakuisisinya.

“Kalu ada investor yang mau membeli saham-saham tersebut, mereka diharapkan tidak hanya membeli saham-sahamnya saja, tetapi sekaligus mengambil alih utang-utangnya Waskita menjadi utang investor yang bersangkutan. Sehingga, total dana yang dapat ditingkatkan adalah sebesar 3xRp7 triliun. Itulah target kita,” papar Choliq.

Ruas lain yang juga ingin ditawarkan kepada investor adalah satu paket Trans Jawa yaitu mulai Palikanci Pejagan-Pemalang-Batang - Pasuruan - Probolinggo.  Namun tidak menutup kemungkinan Waskita membolehkan jika ada investor yang hanya tertarik untuk membeli saham di beberapa ruas saja. “Pada prinsipnya semua ruas dipersilakan untuk menawar, silahkan saja,” imbuhnya. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →