Luhut Klaim Penanganan Covid RI Lebih Baik dari Singapura, Saleh PAN: Jangan Berpuas Diri

Oleh : Candra Mata | Jumat, 10 September 2021 - 09:36 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan menyebut penanganan COVID-19 di Indonesia lebih baik dari Korea Selatan (Korsel) dan Singapura. 

Menanggapi klaim itu, anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PAN Saleh Partaonan Daulay meminta agar pemerintah Indonesia tidak berpuas diri.

“Kita tidak boleh berpuas diri,” ujar Saleh, dalam keterangannya yang dikutip redaksi INDUSTRY.coid pada Jumat (10/9/2021).

“Seperti yang kata Pak Luhut kita jangan mengatakan kita sudah selesai karena perjalanan masih panjang. Karena menurut prediksi Menteri Kesehatan, 5 sampai 10 tahun lagi (pandemi) belum tentu selesai,” sambung Saleh.

Dirinya berharap pemerintah terus memperbaiki sejumlah fasilitas dan pelayanan kesehatan selagi kasus menurun. 

“Kita berharap pemerintah harus mempersiapkan seluruh hal-hal yang dibutuhkan dalam rangka penanggulangan Covid, seperti kapasitas rumah sakit,” jelasnya.

Saleh berharap konteks pernyataan Luhut terkait kehebatan penanganan Covid di Indonesia adalah untuk membangkitkan semangat masyarakat dalam melawan Corona. 

Selain itu, pernyataan Luhut juga didasari atas turunnya orang yang terpapar Covid, turunnya tingkat hunian rumah sakit, dan turunnya angka kematian akibat Covid.

“Saya mengharapkan bahwa pernyataan yang disampaikan oleh Pak Luhut itu konteksnya adalah untuk membangkitkan semangat kita dan optimisme kita sehingga kita bisa melawan Covid, saya tangkap dari situ gitu meningkatkan semangat kita lah bahwa kita bisa menangani Covid,” pungkasnya.

Candra Mata

Redaksi

Candra Mata adalah seorang jurnalis dan wartawan di media cetak dan portal berita online nasional bernama Industry.co.id, tercatat aktif sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis yang mengulas berbagai perkembangan sektor industri di Indonesia.Fokus Liputan: Artikel berita yang ditulisnya banyak berfokus pada kebijakan ekonomi, aktivitas ekspor-impor, program investasi nasional, perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga inovasi Industri Kecil Menengah (IKM)

Lihat semua artikel →