Alhamdulillah, Menteri Bahlil Bawa Kabar Gembira! Urus Izin Usaha dan Sertifikat Halal bagi Pengusaha Kecil Gratis

Oleh : Ridwan | Selasa, 24 Agustus 2021 - 09:15 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bakal menggratiskan proses pengurusan izin sertifikat halal dan perizinan bagi pengusaha kecil. 

Seluruh proses pengajuan nantinya akan dilakukan secara online melalui platform Online Single Submission (OSS).

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyebut seluruh proses perizinan dan sertifikasi halal akan dilakukan secepatnya. 

Kata Bahlil, jika berkas sudah lengkap, maka pemohon hanya membutuhkan waktu 30 menit hingga tiga jam untuk menunggu izin keluar.

"Negara telah hadir bagaimana mempermudah perizinan berusaha. Industri kreatif salah satu di antaranya adalah yang mendapatkan perizinan gratis dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan sertifikat halal yang dibiayai oleh negara dan sekarang izinnya lewat OSS tidak lebih dari tiga jam selesai," tuturnya dalam konferensi pers secara virtual, Senin, 23 Agustus.

Menurut Bahlil, cara tersebut dilakukan agar dapat meningkatkan jumlah pengusaha di Indonesia. 

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa dalam membangun negara diperlukan pengusaha dalam jumlah yang besar baik skala usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) maupun usaha besar. Sementara, jumlah pengusaha di Indonesia baru 3,6 persen dibandingkan dengan populasi.

Sedangkan idealnya, kata Bahlil, Indonesia punya 6 persen pengusaha dibandingkan total populasi.

"Bahkan kalau di Singapura dan Amerika Serikat (AS) bisa double digit (10 persen) jumlah pengusahanya," ujarnya.

Bahlil mengatakan agar jumlah pengusaha meningkat pemerintah telah membentuk tim untuk menyusun skala prioritas investasi. Adapun tujuannya adalah agar sektor-sektor ekonomi yang paling berpotensi tumbuh dengan cepat akan menjadi perhatian khusus.

"Kami membentuk tim untuk membuat satu skala prioritas langsung menyentuh di wilayah-wilayah mana dulu supaya terukur, karena potensi wisata sangat besar kalau dihajar semuanya nanti lima tahun turun jadi menteri tidak selesai. Jadi kami cari mana yang prioritas di sektor mana, itu yang didorong," tuturnya.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →