Optimis UMKM Indonesia Akan Tembus Pasar Digital, Ralali hadirkan solusi
INDUSTRY.co.id - Jakarta - Dalam rangka memperingati hari UMKM Nasional yang jatuh pada Kamis, 12 Agustus 2021 pemerintah menggerakan bantuan dari hulu ke hilir bagi pelaku UMKM yang terdampak oleh PPKM (Pembatasan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat) Darurat yang telah diberlakukan sejak awal Juli lalu.
Pemerintah memberikan bantuan senilai Rp 52,3 Triliun bagi para penggiat UMKM. Dengan tujuan membantu UMKM sebagai upaya mendorong kegiatan usaha untuk bangkit bersama-sama.
"Hal tersebut tentunya menjadi tantangan besar bagi para pelaku bisnis untuk tetap survive menyelamatkan usahanya. UMKM perlu kreatifitas dan inovasi yang kuat untuk tetap dapat bersaing di tengah kerasnya pandemi. Mereka yang siap akan perubahan, maka merekalah yang akan bertahan," kata CEO Ralali.com , Joseph Aditya dalam keteranganya yang dikutip INDUSTRY.co.id, Jumat (13/8/2021).
Sesuai dengan fokus utama yang dimiliki oleh Ralali.com yakni mengembangkan, memperkuat, serta memajukan UMKM di Indonesia melalui teknologi, maka Ralali bertekad menjadikan tantangan tersebut sebagai peluang besar agar UMKM dapat menembus pasar digital.
"Bersama dengan Konekto, aplikasi platform yang memudahkan pelaku bisnis membangun reputasi serta mengembangkan jaringan di era digital, Ralali.com optimis UMKM Indonesia dapat Go Digital. Pelaku UMKM yang sebelumnya berbisnis via offline ataupun online, kini dapat dengan mudah memperluas jaringan bisnisnya melalui digital storefront dari Konekto," imbuh Joseph Aditya.
Menurutnya, bisnis online saat ini menjadi pilihan terbaik mengingat kondisi keadaan di luar sedang berbahaya akibat penyebaran virus Covid-19 yang masih mengancam, sehingga pemerintah pun menyarankan masyarakat untuk tetap #DiRumahAja.
"Dengan berbagai fitur unggulan, seperti digital storefront (etalase toko online), dukungan komunitas, laporan keuangan secara gratis, serta kartu nama digital dapat didapatkan oleh UMKM yang bergabung," ungkapnya.
Adapun fitur unggulan digital storefront ini memudahkan pelaku UMKM yang telah bergabung untuk dapat mengatur sendiri format etalase toko online miliknya, mulai dari profil toko, waktu operasional, katalog produk, banner, serta alamat usaha. Format tersebut dapat diatur semenarik mungkin sehingga dapat menarik perhatian pelanggan.
Selain itu, link storefront di atas juga dapat dicantumkan ke profile social media yang dimiliki, sehingga customer dapat dengan mudah mengakses link untuk berbelanja.
Di aplikasi Konekto, pemilik usaha juga dapat melakukan pembukuan secara online melalui fitur yang telah disediakan. Semua penjualan akan tercatat secara otomatis dan dapat diproses melalui aplikasi tersebut.
"Dengan hadirnya aplikasi ini, maka kemudahan berbisnis sudah ada di depan mata. Jadikan mimpi berbisnis online mudah dan gratis menjadi kenyataan," imbuhnya.
Sejatinya trend Marketplace di Indonesia saat ini adalah eCommerce B2C (Business-to-Consumer) dan C2C (Consumer-to-Consumer), tetapi Ralali.com justru memilih bisnis model yang berbeda di Indonesia yakni B2B (Business to Business). Cara itu digunakan Ralali.com agar tetap bisa bertahan di tengah persaingan.
Meski usianya masih terbilang muda, Ralali.com menjadi Marketplace B2B terbesar dan terpercaya di Indonesia yang menyediakan beragam kategori bisnis mulai dari kebutuhan produk MRO (Maintenance Repair and Operation). HoReCa (Hotel Restaurant & Café), dan lainnya.
Konsep B2B merupakan konsep penawaran produk yang melibatkan bisnis satu dengan lainnya atau transaksi antar perusahaan dengan sistem Maintenance, Repair dan Operation.
Walaupun menggunakan konsep B2B, Ralali.com tetap mengutamakan kepuasan pelanggan, sehingga konsumen atau pembeli langsung tetap bisa bertransaksi di Ralali.com
ECommerce yang didirikan sejak tahun 2013 ini memang sengaja menggunakan metode Wholesale Marketplace sebagai system bisnisnya. Dengan membuat website yang fokus kepada Supplier barang-barang industrial.
Kini Ralali.com telah memilki lebih dari 1.3 juta user register, lebih dari 20.000 Vendors, 360 ribu produk dan lebih dari 6 juta visitors setiap bulannya dari seluruh Indonesia.