Dahsyat Luar Biasa! Dua Tahun Mendatang, RI Bakal Punya KEK Kesehatan di Bali

Oleh : Ridwan | Kamis, 12 Agustus 2021 - 09:40 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan Indonesia akan memiliki kawasan ekonomi khusus (KEK) kesehatan di Bali. 

Erick menilai KEK kesehatan memiliki potensi besar bagi masyarakat Indonesia yang hendak berobat dengan pengalaman berbeda.

"InsyaAllah dua tahun lagi kita akan membuat kawasan ekonomi khusus untuk kesehatan di Bali," ujar Erick saat Live Instagram pada (10/8).

Menteri Erick menyampaikan sekitar 600 ribu masyarakat Indonesia selama ini berobat ke luar negeri. Angka ini mengalami penurunan drastis lantaran adanya pandemi. 

Ia menyebut momentum ini harus dimanfaatkan Indonesia dalam memberikan pengobatan dengan standar internasional.

"Kemarin kita sudah tandatangan dengan Mayo Clinic, salah satu RW terbaik di dunia untuk menjadi konsultan dalam membangun RS berstandar internasional oleh Pertamedika IHC," terangnya.

Erick optimistis Pertamedika IHC sebagai holding RS BUMN mampu memberikan pelayanan terbaik bagi para pasien. Belum lama ini, ucap Erick, Pertamedika IHC meraih penghargaan sebagai RS terbaik yang ramah dalam penanganan covid se-Asia Tenggara.

"Hal ini bisa kita tingkatkan. BUMN skala internasional, BUMN yang transparan, dan BUMN yang bebas korupsi, harus kita terus lakukan," tutupnya.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →