41% Laba Bersih 2016 Charoen Pokphand Indonesia Direalisasikan Sebagai Dividen

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 24 Mei 2017 - 10:56 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Para pemegang saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), produsen pakan ternak, peternakan unggas dan produk daging ayam olahan, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Selasa (23/05/2017) menyetujui pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2016 bernilai total Rp918,29 miliar (Rp56 per saham).

“Total dividen tunai untuk tahun buku 2016 yang kami bagikan tersebut mencapai sekitar 41,35% dari total laba bersih konsolidasi perseroan pada tahun lalu sebesar Rp2,22 triliun,” ujar Tjiu Thomas Effendy, Direktur Utama CPIN kepada wartawan dalam acara paparan publik usai RUPST di Jakarta.

Thomas mengemukakan, setelah dibagikan sebagai dividen tunai 2016, maka sisa laba bersih konsolidasi perseroan dicatatkan sebagai laba ditahan (retained profit). Pada 2016, penjualan CPIN tercatat sebesar Rp38,3 triliun dengan total aset sebesar Rp24,2 triliun.

Disamping menyetujui pembagian dividen tunai 2016, demikian Thomas, pemegang saham dalam RUPST tersebut juga menerima pengunduran diri Herman Sugianto yang sebelumnya menjabat sebagai Komisaris Independen perseroan. Dengan demikian, susunan Dewan Komisaris dan Direksi perseroan saat ini sebagai berikut:

Presiden Komisaris : Hadi Gunawan Tjoe
Wakil Presiden Komisaris : Rusmin Ryadi
Komisaris Independen : Suparman S

Presiden Direktur : Tjiu Thomas Effendy
Wakil Presiden Direktur : Peraphon Prayooravong dan Vinai Rakphongphairoj
Direktur : Ong Mei Sian
Direktur : Jemmy
Direktur : Eddy Dharmawan Mansjoer
Direktur : Ferdiansyah Gunawan Tjoe

(Abraham Sihombing)

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →