Waduh! Sri Mulyani Bawa Kabar Tak Sedap, Masyarakat Diminta Jangan Panik

Oleh : Ridwan | Rabu, 07 Juli 2021 - 14:07 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan bahwa tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi sangat mungkin terjadi apabila lonjakan kasus harian COVID-19 terus berlanjut.

Dalam skenario yang berat, pertumbuhan ekonomi diproyeksi hanya bisa mencapai level maksimal 3,7 persen pada sepanjang tahun ini.

Kondisi itu kemungkinan akan dihadapi Indonesia jika penyebaran COVID-19 terus memuncak hingga lebih dari pekan kedua Juli 2021 yang kemudian diikuti oleh perpanjangan pembatasan sosial sampai dengan pekan ketiga Agustus.

Namun perlu dicatat, skenario perpanjangan PPKM Darurat dimaksud jika kasus covid-19 di Indonesia masih tinggi, khususnya terkait penyebaran kasus varian delta.

"Dalam situasi ini laju perekonomian relatif lebih lambat," ujarnya dalam webinar yang diselenggarakan oleh Bisnis Indonesia, Rabu (7/7/2021).

Sri Mulyani menambahkan, laju pemulihan diyakini baru akan terjadi pada awal kuartal IV 2021 yang berarti telah memasuki penghujung tahun.

Adapun dalam skenario moderat atau ringan, laju kasus harian tidak boleh terus memuncak hingga pekan kedua bulan ini.

Selain itu, pembatasan sosial secara ketat maksimal berlaku sampai dengan pekan pertama Agustus. Jika ini terjadi, maka laju pemulihan sudah bisa terasa pada bulan yang sama.

"Dalam skenario moderat pertumbuhan ekonomi tahunan bisa mencapai level 4,5 persen," jelasnya.

Sebagai informasi, pemerintah sendiri mematok pertumbuhan ekonomi pada tahun ini bisa diraih antara rentang 4,5 persen sampai dengan 5,3 persen. Target tersebut dibuat pemerintah pada awal tahun sebelum terjadinya lonjakan COVID-19 pada paruh pertama 2021.

Adapun terkait vaksinasi, Sri Mulyani juga mengatakan, peningkatan kasus covid-19 yang terjadi juga harus diimbangi dengan percepatan pelaksanaan vaksinasi. 

Pemerintah, lanjutnya, telah menargetkan jumlah vaksinasi menjadi 2 juta dosis per hari pada Agustus mendatang.

" Kami akan tingkatkan terus tren 1 juta (dosis) per hari di Juli ini sesuai instruksi Presiden. Kemudian di Agustus kami berharap untuk bisa dinaikkan menjadi 2 juta per hari untuk mengejar herd immunity," pungkasnya.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →