Goks! Di Depan Anggota DPR, Sri Mulyani Bongkar Kelakuan Licik Perusahaan Ogah Bayar Pajak

Oleh : Ridwan | Selasa, 29 Juni 2021 - 08:40 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan jumlah wajib pajak (WP) badan yang mengalami kerugian usaha dan tidak dapat membayar pajak mengalami peningkatan tiap tahunnya.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, wajiib pajak (WP) yang mengalami kerugian naik dari 5.199 WP (periode 2012-2016) menjadi 9.496 WP (periode 2015-2019).

Anehnya, meski mengaku rugi, banyak perusahaan justru tetap beropeasi, dan bahkan mengembangkan bisnisnya. Seolah-olah, mereka tak mengalami kerugian seperti yang dilaporkan.

"WP ini yang melaporkan rugi terus-menerus, namun kita lihat mereka tetap beroperasi dan bahkan mengembangkan usahanya di Indonesia," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI dan Menkumham, (28/6/2021).

Saat ini, jelas Menkeu, masih banyak WP badan yang menggunakan skema penghindaran pajak. Di sisi lain Indonesia belum memiliki instrumen pencegahan penghindaran pajak yang komprehensif.

"Oleh karena itu perlu instrumen untuk menangkap penghindaran pajak secara global, yaitu dengan minimum tax," terangnya.

Ia menambahkan kasus indonesia, sebanyak 37-42% dilaporkan sebagai transaksi afiliasi dalam SPT WP.

"Intinya kami tidak akan melakukan pemungutan pajak yang tidak adil, namun kita ingin melakukan suatu compliance yang adil," tutur Sri Mulyani.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →