BCA Lanjutkan Buyback Saham, Siapkan Dana hingga Rp5 Triliun

Oleh : Hariyanto | Jumat, 12 Juni 2026 - 15:20 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - JAKARTA – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melanjutkan realisasi program pembelian kembali atau buyback saham yang telah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025. Pada 11 Juni 2026, emiten perbankan berkode BBCA tersebut kembali mengeksekusi buyback sebagai bagian dari strategi korporasi sekaligus sinyal optimisme terhadap pasar modal domestik.

Langkah tersebut merupakan kelanjutan dari pelaksanaan buyback yang sebelumnya telah dilakukan pada April 2026. Presiden Direktur BCA Hendra Lembong mengatakan aksi korporasi ini mencerminkan keyakinan perseroan terhadap prospek pasar modal Indonesia di tengah dinamika ekonomi yang masih berlangsung.

“Pelaksanaan Buyback merupakan sinyal optimisme kami di pasar modal Indonesia. Aksi korporasi ini juga sudah mempertimbangkan kondisi fundamental Perseroan,” ujar Hendra dalam keterangannya, Kamis (11/6).

BCA mengalokasikan dana maksimal Rp5 triliun untuk program pembelian kembali saham tersebut, termasuk biaya perantara pedagang efek dan biaya lainnya. Program buyback berlaku selama 12 bulan sejak 12 Maret 2026 hingga 11 Maret 2027, meskipun perseroan dapat mengakhirinya lebih awal dengan tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku.

Manajemen menegaskan pelaksanaan buyback tidak akan memberikan dampak material terhadap kondisi keuangan maupun aktivitas operasional perseroan. Dengan fundamental bisnis yang dinilai tetap kuat, BCA akan menjalankan aksi korporasi tersebut secara selektif dengan memperhatikan perkembangan pasar.

Hendra menambahkan, seluruh proses buyback dilakukan dengan tetap mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG) serta mematuhi seluruh regulasi yang berlaku.

“Kami mengungkapkan apresiasi sebesar-besarnya atas kepercayaan dan dukungan dari segenap pemegang saham. BCA senantiasa berfokus pada fundamental bisnis perseroan, serta melangkah dengan pruden pada tahun 2026,” tutup Hendra.

Langkah buyback senilai hingga Rp5 triliun tersebut memperlihatkan upaya BCA menjaga nilai pemegang saham sekaligus memperkuat sentimen positif terhadap saham perseroan di tengah fluktuasi pasar. Dengan posisi permodalan yang kuat, BCA menilai aksi korporasi ini dapat dilakukan tanpa mengganggu kinerja dan ekspansi bisnis yang telah direncanakan sepanjang tahun ini.

Hariyanto

Redaksi

Herry adalah seorang jurnalis, kreator digital, dan editor yang berbasis di Indonesia. Berdasarkan rekam jejak kariernya, ia pernah menjadi staf pendukung di portal berita Inilah.com dan aktif sebagai jurnalis serta editor untuk media ekonomi dan bisnis Industry.co.id.

Lihat semua artikel →