IHSG Hari ini Diprediksi Bakal Naik Terbatas

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 16 Mei 2017 - 11:42 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan akan terus meningkat terbatas pada perdagangan Selasa (16/05/2017) karena minimnya sentimen positif di bursa saham domestik.

“Kendati IHSG mengalami kenaikan pada perdagangan kemarin, tetapi kondisi tersebut belum sepenuhnya didukung oleh volume perdagangan yang ada. Bahkan rilis positif data makroekonomi Indonesia pun kurang kuat memberikan imbas positif ke pasar kendati IHSG pada akhirnya tetap berada di zona hijau,” ujar Reza Priyambada, analis PT Binaartha Parama Sekuritas, di Jakarta, Selasa (16/05/2017).

Reza berharap, pergerakan IHSG masih berpeluang naik terbatas dengan mengesampingkan minimnya sentimen positif. “Karena itu, pelaku pasar diharapkan bisa lebih selektif, maka harus tetap mewaspadai berbagai sentimen yang bisa membuat IHSG kembali melemah,” tuturnya.

Pada perdagangan kemarin, kata Reza, IHSG ditutup menguat 0,24% ke posisi 5.688. Menurut daily pivot  Bloomberg, menurut dia, titik support pertama dan kedua berada pada level 5.660 dan 5.632, sedangkan resisten pertama dan kedua di posisi 5.705 dan 5.722.

Reza mengemukakan, adanya peluang kenaikan IHSG yang terbatas dapat dimanfaatkan oleh para pelaku pasar dengan mengakumulasi saham-saham PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN), PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT), PT Ciputra Development Tbk (CTRA) dan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI). (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →