Luhut Blak-Blakan Progres Proyek Pembangunan Bandara Kediri, Ada Lahan yang Belum Dibebaskan?

Oleh : Hariyanto | Selasa, 27 April 2021 - 10:04 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Kediri - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Panjaitan melakukan kunjungan kerja ke lokasi pembangunan Bandara Kediri.

Pada kesempatan tersebut, Luhut berpesan kepada pihak Surya Dhoho Investama, PT Gudang Garam serta Pemerintah Kota dan Kabupaten Kediri agar bersama ikut menjaga dan memelihara pembangunan Bandara Kediri yang rencananya beroperasi pada 2023 awal nanti.

"Tadi sudah 51 persen, tanah ada yang belum tapi sudah beres, pekerjaan konstruksi sedang berjalan, Tol Road tadi sama Pak bupati juga sudah," ucap Menko Luhut kepada wartawan, Senin (26/4/2021)

Sementara itu menurut Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, terkait adanya sejumlah lahan tanah yang belum dibebaskan, pihaknya akan segera menyelesaikan dengan cara yang baik dan persuasif

"Memang ada beberapa lahan yg belum dibebaskan selaku pemkab saya terus melakukan pendekatan secara persuasif. Kurang lebih ada 16 KK, sekitar 1,53 Hektar atau sekitar 0,4 Persen. Sebenarnya tidak begitu siginifikan, dan sebagai Bupati Kediri ini menjadi tugas saya menyelesaikan nyelondoh ke warga masyarakat," terang Hanindhito.

Sebagai informasi, pembangunan Bandara Kediri saat ini sudah mencapai 50%. Bandara ini ditargetkan beroperasi pada 2023.

Pada tahap awal, Bandara Kediri akan dibangun seluas 13.558 meter persegi dari luas total lahan bandara 321 hektare yang dapat memiliki kapasitas 1,5-2,5 juta penumpang per tahun.

Selain itu dengan dimensi runway sepanjang 3.300 meter x 45 meter, Bandara Dhoho dapat menampung 8 pergerakan pesawat pada pada jam sibuk dan dapat menjadi alternatif ketika terdapat hambatan di bandara-bandara di Jawa Timur.

Bandara Kediri yang berada di Kabupaten Kediri bagian barat ini menjadi bandara pertama di Indonesia yang dibangun dengan 100% investasi swasta, yaitu PT Surya Dhoho Investama, anak perusahaan PT Gudang Garam Tbk dengan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Sesuai rencana, lahan yang diperuntukkan pembangunan bandara sekitar 300-400 hektare.