Hari ini, IHSG Diperkirakan Bakal Sentuh Titik Resistensi 5.746

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 15 Mei 2017 - 08:42 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Senin (15/05/2017) ini diperkirakan akan bergerak naik dan kembali berupaya untuk menyentuh titik resistensi 5.746, setelah pada akhir pekan lalu IHSG mampu bertahan di teritori positif.

“Aksi jual yang dilakukan sebagian pelaku pasar dengan intensif masih dapat ditahan oleh para pelaku pasar lainnya yang melakukan aksi beli yang agresif terhadap saham-saham berkapitalisasi besar dan saham-saham lapis kedua sehingga penurunan IHSG ke bawal level 5.600 tidak terjadi,” papar Yuganur Wijanarko, analis PT KGI Sekuritas Indonesia, Senin (15/05/2017).

Yuganur mengemukakan, kenaikan IHSG pada perdagangan di akhir pekan lalu secara teknikal membuka peluang untuk terus bergerak naik menuju titik resistensi berikutnya yang juga merupakan titik tertinggi baru yang bakal dicapai IHSG pada level 5.746.

“Jika titik resistensi tersebut dapat tercapai, maka IHSG akan terus bergerak naik untuk mencapai titik resistensi psikologis berikutnya di level 5.800,” tukas Yuganur.

Dengan demikian, menurut Yuganur, para pelaku pasar dapat memanfaatkan potensi kenaikan IHSG tersebut untuk mengakumulasi saham-saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Astra INTernational Tbk (ASII), PT Waskit Karya Tbk (WSKT) dan PT Adaro Energy Tbk (ADRO).

BBTN, ASII dan WSKT secara teknikal saat ini sedang mengalami pola perbaikan harga untuk jangka pendek dan menengah. Kondisi tersebut membuat ketiga saham tersebut menjadi menarik diakumulasi karena adanya peluang trading mengikuti kenaikan lanjutan berikutnya.

BBTN cukup baik diakumulasi karena proyeksi kinerja 2017 bank BUMN tersebut membuat harganya berpotensi mencapai kisaran Rp2.450-2.250 per unit. Sementara itu, pola perbaikan harga dalam jangka pendek dan menengah dapat menjadi peluang trading yang menarik bagi ASII dan WSKT. Karena itu, harga ASII diperkirakan bakal mencapai Rp9.150-9.550 per unit dan WSKT diprediksi akan menyentuh rentang harga Rp2.350-2.450 per unit.

Sementara itu, penurunan harga komoditas di pasaran global ke titik terendah dalam 10 tahun belakangan ini dan valuasi sektor pertambangan yang sudah cukup murah membuat ADRI menjadi menarik untuk diakumulasi. Pasalnya, harga saham produsen batu bara tersebut dalam jangka panjang diperkirakan bakal mencapai Rp1.645 per unit. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →