Ditengah Pandemi, Menperin Agus: Industri 4.0 Menemukan Momentumnya

Oleh : Candra Mata | Selasa, 06 April 2021 - 15:35 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menteri Perindusterian Agus Gumiwang Kartasasmita terus mendorong para pelaku industri mengimplementasikan industri 4.0 dalam setiap kegiatan bisnisnya.

"Penerapan industri 4.0 di Indonesia diharapkan antara lain meningkatkan produktivitas dan inovasi, mengurangi biaya produksi, meningkatkan ekspor produk dalam negeri dan meningkatkan daya saing dari produk-produk kita," kata Menperin Agus, dikutip redaksi INDUSTRY.co.id pada Selasa (6/4/2021).

“Pembatasan pergerakan ditengah pandemi, membuat kita harus lebih cepat mengadopsi digitalisasi. Di titik ini, industri 4.0 menemukan momentumnya," sambungnya.

Untuk mempercepat itu, pihaknyapun telah menerbitkan sederet program, diantaranya assessment Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0), pelaksanaan roadmap Implementasi Dan Adopsi Teknologi Industri 4.0, perbaikan alur aliran material sektor industri, serta pendirian Pilot Project Industri IKFT 4.0.

"Kami sejak tahun 2018 telah memberikan berbagai fasilitas agar industri manufaktur bisa melakukan transformasi digital," ungkapnya.

Tak hanya itu, pihaknya pun gencar memberikan pelatihan khusus bagi para pelaku industri menerapkan teknologi industri 4.0.

Kemenperin juga telah membangun pusat-pusat inovasi SDM yang memiliki lima layanan yakni show case center, capability center, ecosystem industri 4.0, delivery center, dan inovation center.

Kemenperin juga menyiapkan Industri Kecil Menengah (IKM) untuk mengadopsi penggunaan teknologi digital melalui program E-Smart IKM.

Selain itu, menurut Agus, pihaknya turut mengapresiasi perusahaan industri yang telah bertransformasi ke industri 4.0.

"Kami juga memberikan penghargaan kepada perusahaan yang telah bertransformasi ke revolusi industri 4.0," tandasnya.

Sebelumnya, beberapa perusahaan industripun telah merasakan manfaat dari transformasi berbasis industri 4.0 ini.

Seperti yang diutarakan oleh Senior Vice President Teknologi Informasi PT Pupuk Indonesia Mardiyanto.

Dimana ia mengungkapkan bahwa perseroan-nya melakukan transformasi digital dalam rangka menjaga kelangsungan bisnis dan usaha yang diselaraskan dengan masterplan perusahaan.

Transformasi menuju Industri 4.0 tersebut dilakukan mengacu pada Customer Centric Model, yaitu dengan melakukan perubahan pola produksi dari berbasis kapasitas menjadi menyesuaikan permintaan atau kebutuhan pelanggan. 

Kemudian, Solusi Agri dan service untuk perluasan jasa layanan one stop solution di bidang pertanian. 

“Kami juga menerapkan best in class operation and supply chain untuk optimasi biaya operasi dan supply chain,” ujar Mardiyanto.

Sementara itu, Pharma Sales and Marketing Manager PT. Indofarma Tbk, Darkono mengungkapkan, penerapan industri 4.0 di perusahaan tersebut meliputi penerapan bisnis proses terintegrasi menggunakan ERP SAP, baik untuk horizontal integration maupun vertical value chain. 

Selanjutnya, perusahaan juga melakukan consistent engineering atau investasi revitalisasi fasilitas produksi, terutama menuju otomatisasi agar proses produksi menjadi lebih efektif dan efisien.

Salah satu inovasi yang dilakukan oleh perusahaan adalah aplikasi TeleDoc Pro. 

Ini merupakan aplikasi telemedicine multifungsi secara realtime dan jarak jauh yang berfungsi sebagai thermometer, stetoskop, dan mengukur saturasi oksigen. 

“Transformasi digital yang diterapkan saat ini dapat membuat harga penjualan lebih kompetitif, meningkatkan kulitas dan hasil produk, meningkatkan kemampuan SDM, dan proses bisnis yang lebih stabil” jelas Darkono.

Sementara itu, Sherlina Kawilarang selaku CEO PT. Excellence Qualities Yarn menjelaskan, perusahaan yang dipimpinnya mulai menerapkan industri 4.0 ketika membeli mesin dengan kualitas yang mendukung teknologi tersebut pada 2013. 

Perusahaan bertekad menyelaraskan tiga faktor penting yang mendukung keberhasilan penerapannya, yaitu teknologi permesinan, teknologi fiber/visual, serta sumber daya manusia (SDM). 

“Salah satunya dengan mengembangkan kemampuan SDM melalui training dasar-dasar teknologi industri 4.0,” ujarnya.

Candra Mata

Redaksi

Candra Mata adalah seorang jurnalis dan wartawan di media cetak dan portal berita online nasional bernama Industry.co.id, tercatat aktif sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis yang mengulas berbagai perkembangan sektor industri di Indonesia.Fokus Liputan: Artikel berita yang ditulisnya banyak berfokus pada kebijakan ekonomi, aktivitas ekspor-impor, program investasi nasional, perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga inovasi Industri Kecil Menengah (IKM)

Lihat semua artikel →