Tak Hanya Siap, Tangan Dingin Menperin Agus Berhasil Bikin Sektor Industri Terus Bertumbuh Ditengah Badai Pandemi

Oleh : Candra Mata | Selasa, 06 April 2021 - 13:20 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menteri Perindusterian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan bahwa perusahaan industri di Indonesia terus menunjukkan kesiapannya dalam menghadapi pandemi Covid-19. 

Dimana aktivitas produksi industri terus bertumbuh ditengah masa pandemi, salah satunya melalui pemanfaatan teknologi Industri 4.0.

"Di tengah pandemi, realisasi investasi sektor industri pada periode 2020 mencapai Rp272,9 Triliun, tumbuh 26% dari 2019 yang sebesar Rp216 Triliun," kata Menperin Agus, dikutip redaksi INDUSTRY.co.id pada Selasa (6/4/2021).

Tak hanya itu, bahkan pada Bulan Maret 2021 Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia berada di level 53,2 atau meningkat sebesar 2,3 poin dari Bulan Februari 2021. 

"Peningkatan PMI manufaktur Maret 2021 menjadi yang tertinggi dalam kurun waktu 10 tahun terakhir," papar Menperin Agus.

Dikatakannya lebih lanjut, dengan torehan pertumbuhan industri tersebut, menunjukkan pemulihan ekonomi Indonesia sedang berlangsung dan diharapkan hal itu dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi pada tahun 2021 ini. 

Asal tau saja, capaian sektor industri tersebut berlangsung ditengah pandemi. Berbagai kebijakan pro industri yang dikeluarkan oleh Menperin Agus nyata-nyata telah memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan industri ditengah masa sulit pandemi.

Berbagai kebijakan mulai dari penerbitan izin aktivitas industri lewat IOMKI, penurunan harga gas industri serta sederet insentif fiskal dan non fiskal bagi pelaku sektor industri hingga penerapan digitalisasi industri melalui peta jalan making 4.0 telah mengantarkan industri tanah air tidak hanya berdaya saing namun turut berkontribusi besar bagi perkonomian nasional.

“Salah satu upaya yang terus didorong untuk mengakselerasi pertumbuhan industri adalah melalui penerapan peta jalan Making Indonesia 4.0,” imbuh Menperin.

Sejatinya, peta jalan Making Indonesia 4.0 merupakan inisiatif untuk percepatan pembangunan industri memasuki era industri 4.0. 

Sasaran utamanya adalah untuk menjadikan Indonesia sebagai 10 negara ekonomi terbesar dunia di tahun 2030.  

Berdasarkan peta jalan tersebut, terdapat tujuh sektor industri yang didorong sebagai fokus prioritas pada Making Indonesia 4.0, yaitu industri makanan dan minuman, tekstil dan busana, otomotif, kimia, elektronika, farmasi, serta alat kesehatan.

“Ketujuh sektor ini dipilih karena dapat memberikan kontribusi sebesar 70% dari total PDB manufaktur, 65% ekspor manufaktur, dan 60% pekerja industri,” papar Agus.

Menurutnya, untuk memperkenalkan konsep Making Indonesia 4.0 kepada masyarakat luas, serta memberikan informasi kepada industri dalam negeri mengenai peluang yang tercipta dari penerapan Industri 4.0 ini, Kemenperin tengah menyelenggarakan rangkaian pra-konferensi Hannover Messe 2021 pada 5-9 April 2021. 

“Melalui rangkaian pra-konferensi ini, industri di sektor prioritas yang telah dan sedang melakukan transformasi teknologi berkesempatan untuk menampilkan berbagai capaian dalam perjalanan Industri 4.0,” ujarnya.

Untuk itu, ia menegaskan bahwa pemerintah terus mendukung dan mendorong industri-industri tanah air dalam menerapan teknologi 4.0. 

“Kami harap industri di Indonesia, dapat mengambil manfaat yang besar dari rangkaian pra-konferensi ini, sehingga dapat turut berpartisipasi pada pagelaran Hannover Messe berikutnya,” pungkas Menperin