BPS: Inflasi Maret 2021 Naik, Begini Besarannya...

Oleh : Candra Mata | Senin, 05 April 2021 - 10:36 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka inflasi Maret 2021 sebesar 0,08% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,15.

Untuk tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Maret) 2021, sebesar 0,44% dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Maret 2021 terhadap Maret 2020) sebesar 1,37%.

"Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran," terang BPS, dikutip redaksi INDUSTRY.co.id pada Senin (5/4/2021).

Kelompok tersebut ialah makanan dan minuman, serta tembakau naik sebesar 0,40%. Kemudian kelompok pakaian dan alas kaki naik sebesar 0,02%.

Lalu kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga naik sebesar 0,04. Selanjutnya kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga naik sebesar 0,10%.

Selanjutnya kelompok kesehatan naik sebesar 0,08%, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya naik sebesar 0,05%, kelompok pendidikan naik sebesar 0,01%; dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran naik sebesar 0,17%.

Sementara itu, komponen inti pada Maret 2021 mengalami deflasi sebesar 0,03%. 

Sedangkan tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari– Maret) 2021 naik sebesar 0,23% dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Maret 2021 terhadap Maret 2020) naik sebesar 1,21%.

"Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok transportasi sebesar 0,25%; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,03%; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,39%," tutup keterangan BPS.

Candra Mata

Redaksi

Candra Mata adalah seorang jurnalis dan wartawan di media cetak dan portal berita online nasional bernama Industry.co.id, tercatat aktif sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis yang mengulas berbagai perkembangan sektor industri di Indonesia.Fokus Liputan: Artikel berita yang ditulisnya banyak berfokus pada kebijakan ekonomi, aktivitas ekspor-impor, program investasi nasional, perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga inovasi Industri Kecil Menengah (IKM)

Lihat semua artikel →