Dahsyat! Lakukan Turn Arround Bisnis, Dirut Pos Indonesia Optimistis Cetak Pendapatan Rp6,8 Triliun Tahun Ini

Oleh : Nata Kesuma | Kamis, 25 Maret 2021 - 20:40 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero), Faizal Rochmad Djoemadi memaparkan bahwa tahun ini pihaknya mematok target pendapatan mencapai Rp6,8 triliun.

Untuk mencapai itu, berbagai strategi termasuk melakukan 7 transformasi telah dicanangkan Pos Indonesia dalam tiga tahun ke depan.  

Ketujuh program transformasi tersbeut ialah, transformasi bisnis, transformasi produk dan chanel, transformasi proses, transformasi teknologi, transformasi human capital, transformasi budaya dan transformasi organisasi.

Ketujuh program transformasi tersebut menurutnya sangat diperlukan untuk mewujudkan Visi Pos Indonesia “Menjadi Postal Operator Penyedia Jasa Kurir, Logistik dan Keuangan Paling Kompetitif”.

"Pos Indonesia telah mencanangkan tahun 2021 sebagai tahun “turn around”. Tahun, dimana Pos Indonesia akan membalikkan arah, dari yang negatif menjadi positif, dari yang buruk menjadi baik, dari yang lemah menjadi kuat. Tahun yang akan menjadi arus balik bagi kebangkitan Pos indonesia," kata Faizal Rochmad Djoemadi, dikutip redaksi INDUSTRY.co.id pada Kamis (25/3/2021).

Sejatinya, menurut Faizal, pada tahun 2021 ini, Pos Indonesia telah mentargetkan pertumbuhan 2 digit atau meraih pendapatan sekitar 6,8 triliun rupiah dengan net income 819 miliar rupiah.

Dengan capaian angka itu, maka nilai ebitda akan bertumbuh sebesar 81 persen dan laba bersih (net income) melompat mencapai 135 persen.

Faizal optimistis, Pos Indonesia akan mampu mewujudkan rencana dan target tersebut lantaran selain industri yang terus tumbuh, peluang pasar juga masih terbuka lebar.

Namun demikian, diperlukan kesatuan  langkah dan komitmen dari semua jajaran Pos Indonesia untuk bersama-sama menjalankan program-program yang telah ditetapkan. 

Untuk itu, hari ini, secara resmi Pos Indonesia mencanangkan Akhlak Activication, sebagai sinyal kepada seluruh karyawan Pos Indonesia, bahwa saatnya karyawan Pos meninggalkan kebiasaan-kebiasaan, cara pandang, cara kerja yang telah terbukti kurang efektif dalam mengangkat kinerja Pos Indonesia.

Sebaliknya, karyawan Pos harus menyelaraskan perilaku kerja dengan nilai-nilai Akhlak, menjadikan Ahlak sebagai jiwa dari setiap system dan prosedur yang ada di Pos Indonesia, dan menjadikan nilai-nilai  Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif sebagai karakter dari setiap insan Pos Indonesia.

Selain itu, Faizal juga menegaskan bahwa, dalam proses transfomasi budaya, tidak ada pilihan lain bagi semua jajaran pimpinan dan semua karyawan Pos Indonesia, kecuali untuk ikut berpartisipasi aktif dan terlibat dalam proses perubahan budaya kerja.

Ia menyampaikan bahwa perubahan budaya yang dilakukan dimaksudkan agar Pos Indonesia tetap relevan dengan kebutuhan dan preferensi pasar, agar insan Pos lebih efektif dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.

"Perubahan diperlukan untuk meningkatkan kemampuan karyawan untuk berkontribusi lebih baik. Perubahan, diperlukan untuk menjadikan Pos Indonesia, menjadi Juara," tandasnya.

Perlu diketahui, hari ini tanggal 25 Maret 2021, Pos Indonesia menyelenggarakan acara Corporate Inspiring Forum dengan agenda “Akhlak Activication”.

Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh Pos Indonesia dalam rangka mewujudkan komitmen untuk menerapkan core values Akhlak sebagai Nilai-Nilai Utama Budaya Perusahaan.

Kegiatan ini dihadiri olehbseluruh jajaran PT Pos Indonesia dan menghadirkan DR (Hoc) Ary Ginanjar Agustian sebagai pembicara utama.

Nata Kesuma

Redaksi

Nata Kesuma adalah seorang jurnalis dan penulis yang berbasis di Indonesia. Dengan rekam jejak karier lebih dari enam tahun di Industry.co.id, ia telah menghasilkan lebih banyak artikel dengan total jangkauan jutaan pembaca. Spesialisasinya mencakup politik nasional, kebijakan pemerintah, industri manufaktur, serta sektor keuangan dan energi. Nata dikenal dengan gaya penulisan yang informatif dan tajam, kerap mengangkat topik-topik strategis seperti hilirisasi industri, kebijakan ekonomi pemerintah, serta perkembangan kawasan industri Jababeka. Selain dunia jurnalisme, ia juga aktif sebagai kreator digital yang memproduksi konten-konten evergreen seputar pendidikan, UMKM, dan gaya hidup.

Lihat semua artikel →