Menyedihkan, Bikin Miris! Bos HIPPI Jakarta Beberkan Anjloknya Omzet Sektor Perdagangan, Logistik dan Transportasi Akibat Banjir...

Oleh : Ridwan | Minggu, 21 Februari 2021 - 16:30 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Banjir yang melanda Ibukota pada hari Sabtu (20/2) dan minggu (21/2) dibeberapa lokasi sangat berdampak terhadap aktivitas bisnis dan usaha di DKI Jakarta.

Ditengah pandemi Covid-19, datangnya banjir tentu semakin membuat pelaku usaha semakin terpuruk khsususnya disektor perdagangan seperti pusat perdagangan, mall, restoran, Cafe, pasar tradisional, hotel serta logistic dan transportasi.

Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DKI Jakarta, Sarman Simanjorang mengatakan, libur weekend atau akhir pekan menjadi paluang para pengusaha memperbaiki omzet yang terpuruk selama pandemi, namun kesempatan tersebut sirna dengan adanya musibah banjir.

"Banjir hari Sabtu yang merupakan libur akhir pekan biasanya menjadi ajang warga Jakarta dan sekitarnya keluar rumah untuk berbelanja baik kepasar tradisional, mall ataupun menikmati kuliner bersama keluarga, dengan kejadian banjir ini masyarakat sebagai konsumen enggan keluar rumah karena takut terjebak macet," kata Sarman melalui keterangan resminya yang diterima redaksi Industry.co.id di Jakarta, Minggu (21/2/2021).

"Saya sempat berkunjung ke salah satu mall pada sabtu malam di daerah Jakarta Selatan,info dari petugasnya pengunjung mall sangat sepi hannya sekitar 30-40%," tambahnya.

Menurutnya, ditengah pandemi masyarakat Jakarta masih berhati hati keluar rumah, terlebih adanya banjir tentu semakin takut keluar rumah.

"Kondisi ini memang menjadi tantangan dan beban berat bagi pelaku usaha yang sudah hampir setahun tertekan dan terpuruk akibat pandemic covid 19," terang Sarman.

Lebih lanjut, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kadin DKI Jakarta ini mengatakan kalau bicara kerugian memang agak sulit memprediksi karena kondisi yang tidak normal, karena selama pandemi ini sudah banyak restoran, toko dan pedagang yang tutup.

"Namun bagi pelaku usaha banjir ditengah pandemi Covid-19, ibarat sudah jatuh tertimpa tangga pula, sudah berat semakin berat menghadapi tantangan ini. Banjir ini membawa kerugian material, kerugian omzet dan kerugian waktu bagi pelaku usaha dan masyarakat," tegas Sarman.

Ia berharap pemerintah DKI Jakarta dapat mengantisipasi banjir sejak dini dengan perbaikan drainase, revitalisasi sungai dan setu sepanjang tahun serta koordinasi yang terpadu dengan pemerintah daerah penyangga ibukota yang mengirimkan air dari hulu.

"Pelaku usaha sangat berharap agar masalah banjir ini dapat semakin dikendalikan sehingga tidak mengganggu berbagai aktivitas perekonomian dan masyarakat," tutupnya.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →