Melihat Lebih Dekat Bendungan Tapin Berkapasitas 56,7 Juta Meter Kubik yang Menghabiskan Anggaran Rp986,5 Miliar
INDUSTRY.co.id - Jakarta - Memasuki bulan Februari 2021, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah meresmikan sebanyak dua bendungan yang diharapkan akan mampu memperkuat ketahanan air dan pangan di Indonesia.
Setelah Bendungan Tukul di Kabupaten Pacitan yang diresmikan pada Minggu (14/2/2021) lalu, kini giliran Bendungan Tapin yang terletak di Desa Pipitak Jaya, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan (Kalsel) diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Kamis (18/2/2021).
Pembangunan Bendungan Tapin yang memiliki kapasitas 56,7 juta meter kubik air ini dimulai pada akhir tahun 2015 dan berhasil dirampungkan di akhir tahun 2020. Bendungan ini dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya dan PT Waskita Karya dengan menghabiskan anggaran dana sebesar Rp.986,5 miliar.
Sementara itu, berdasarkan informasi peroleh INDUSTRY.co.id , Jumat (19/2/2021) menyebutkan, proses impounding atau pengisian awal Bendungan Tapin telah dimulai sejak Oktober 2020 lalu.
Bendungan ini mempunyai fungsi memperkuat ketahanan pangan melalui penyediaan irigasi, mereduksi banjir, menyediakan air baku, serta sebagai sumber air untuk pembangkit listrik.
“Bendungan Tapin ini memiliki kapasitas 56,7 juta meter kubik air yang perannya sangat penting dalam pengendalian banjir, juga memperkuat ketahanan pangan karena bisa menyediakan irigasi untuk 5.472 hektare, dan juga menyediakan air baku 0,50 meter kubik per detik, dan juga menghasilkan tenaga listrik 3,3 megawatt,” kata Presiden Jokowi saat peresmian.
Selain pentingnya manfaat bendungan untuk pengendalian banjir serta ketahanan air dan pangan, Presiden Jokowi mengatakan bahwa Bendungan Tapin memiliki potensi besar sebagai destinasi pariwisata di Kalimantan Selatan.
"Setelah melihat kondisi keindahan di sekitar bendungan saya setuju kalau Bendungan Tapin bisa menjadi objek pariwisata tidak hanya di Kabupaten Tapin, tetapi di Provinsi Kalimantan Selatan," tutur Presiden.
Bendungan Tapin dibangun dengan tipe Timbunan Batu Zonal Inti Tegak, dilengkapi dengan jalan akses dan jalan lingkar bendungan, kantor pengelola, rumah dinas, tempat ibadah, toilet, gardu pandang, dan rumah genset.
Untuk bendungan utama memiliki tinggi 70 meter dengan terowongan pengelak sepanjang 430 meter, cofferdam setinggi 29 meter serta spillway (pelimpah) sepanjang 234 meter.
Bendungan Tapin memiliki luas genangan 425 hektar dapat mereduksi banjir sebesar 107 m3/detik. Dengan adanya bendungan ini juga diharapkan dapat menyediakan air baku untuk wilayah Rantau sebagai Ibu Kota Kabupaten Tapin dan sekitarnya sebesar 500 liter/detik, konservasi air, dan untuk PLTA sebesar 3,30 MW.