Waduh Gawat! Gara-gara Kebijakan Ini, Walikota Bogor Bima Arya Dicemberuti Ribuan Pengusaha Hotel dan Restoran

Oleh : Ridwan | Rabu, 17 Februari 2021 - 12:25 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Bogor - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor resmi memperpanjang kebijakan pembatasan mobilitas masyarakat dengan penerapan Ganjil-Genap (Gage). Walikota Bogor Bima Arya memutuskan melanjutkan kebijakan tersebut setelah menggelar rapat Satgas Covid-19.

"Kami menyepakati tadi, Ganjil-Genap Insya Allah akan dilanjutkan hari Sabtu dan Minggu, tetapi dibatasi jam pemberlakuannya dari jam 09:00 sampai 18:00 WIB,” kata Bima (16/2).

Menurutnya, penerapan Gage berdampak pada pengurangan jumlah kendaraan yang melintas di Kota Bogor. Hal itu diyakini sebagai cara efektif dalam menekan penyebaran Covid-19 di Kota Bogor.

"Tanggal 6 Februari angka­nya 187, kemarin tanggal 15 Februari angkanya 105. Jadi ini penurunan yang paling signifikan sepanjang pan­demi di Kota Bogor," ungkaapnya.

Namun, ia tak menampik kebijakan itu juga berdampak pada penurunan di bidang ekonomi. Kondisi ini yang membuat sejumlah pengu­saha hotel dan resto cem­berut lantaran tingkat hunian hotel, pengunjung rumah makan dan restoran otomatis anjlok.

"Memang ikut terdampak. Termasuk juga kunjungan pasar ikut menurun. Dan ka­rena itu kami harus mencari titik temu protokol kesehatan yang utama, tetapi ekonomi diperhatikan," kata Bima.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bogor Yuno Abeta Lahay mengatakan, penerapan Gage di Kota Bogor berdam­pak langsung pada tingkat okupansi hotel se-Kota Bogor yang ‘terjun bebas’.

"Berdasarkan perhitungan teman-teman (di PHRI, red), tingkat okupansi di hotel bin­tang tiga ke atas, menurun hingga 50 persen," kata Yuno, Selasa (16/2).

Kendati demikian, Yuno mengaku pembelakuan Gage bukanlah hal yang tidak baik. Sebab, dari data pemerintah terlihat efektif menurunkan angka penyebaran Covid-19 di Kota Bogor.

Namun, Yuno berharap pe­merintah dapat memberi solusi terhadap para pengu­saha hotel dan restoran se­hingga mereka bisa memper­tahankan atau mengembali­kan bisnisnya dengan tingkat pengunjung yang normal, bahkan meningkat.

"Semua manajemen hotel maupun restoran juga dalam menghadapi pandemi ini terus menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Sebab, kami juga mendukung pe­merintah untuk melawan penyebaran Covid-19, khu­susnya di Kota Bogor," tu­turnya.

Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol, Su­satyo Purnomo Condro men­gatakan, pada akhir pekan pertama pemberlakuan Gage di Kota Bogor, ada 9.905 ken­daraan yang diputar balik karena melanggar kebijakan ini.

Sedangkan pada akhir pekan kedua, ada 30.474 kendaraan yang diputar balik. "Sehingga ada selisih sekitar 20 ribu, dilihat dari gerbang tol. Di pintu Tol Bogor ataupun BORR," katanya.

Selain itu, ada penindakan sanksi yang diberikan untuk para pelanggar pada akhir pekan kedua pelaksanaan Gage. Tak kurang 252 ken­daraan yang dikenakan sanksi administratif dan 452 kendaraan yang mendapat teguran. Termasuk 87 ang­kutan umum yang ditindak karena melebihi kapasitas 50 persen.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →