Karyawan Maskapai Merpati Adukan Nasib ke Komisi VI, Martin: Kita Akan Panggil Erick Thohir

Oleh : Candra Mata | Rabu, 03 Februari 2021 - 12:57 WIB

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Sejak Maskapai PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) dinyatakan berhenti beroperasi pada Februari 2014 lalu, hingga saat ini nasib perusahaan maupun mantan pegawai belum mendapatkan titik terang.

Perusahaan pelat merah itu sendiri berhenti beroperasi karena terlilit utang akibat manajemen keuangan yang buruk.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Martin Manurung saat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Ketum Perhimpunan Purnabakti Merpati Nusantara Airlines dan Ketum Tim Dobrak Merpati secara virtual, Rabu (3/2/2021). 

Martin menegaskan Komisi IV akan mencari jalan keluar buat menyelesaikan hak dari para para karyawan eks merpati.

Untuk itu, pihaknya akan segera memanggil Menteri BUMN Erick Thohir untuk mengetahui penyebab utama pailit yang dialami Merpati.

“Kita sudah mendengarkan permasalahan-permasalahan yang dihadapi, terutama hak-hak karyawannya yang belum terbayarkan, Komisi VI akan segera mengadapakan rapat dengan pihak terkait termasuk Menteri BUMN Erick Thohir” kata Martin.

Politisi Fraksi Partai NasDem itu menyatakan, Komisi VI DPR RI akan berupaya dan membantu secara maksimal permasalahan yang dihadapai oleh pegawai maskapai merpati. 

“Kita di sini akan berupaya semaksimal mungkin agar permasalahan pegawai merpati ini dapat segera terselesaikan,” pungkasnya.

Seperti yang diketahui, pada awal 2016 lalu modal Merpati minus hingga Rp5,3 trilliun. Bukan hanya perusahaan, karyawannya juga mengalami nasib kurang baik. Karyawan Merpati sempat tak digaji hingga hampir satu tahun.

Bahkan pegawai Merpati Airlines ini juga terus menggelar aksi di Kementerian BUMN guna menuntut hak-haknya termasuk gaji yang belum terbayarkan.