Mengerikan! Bakal Terjadi PHK Massal di Indonesia, Presiden KSPI Desak Pemerintah Lanjutkan Program Ini..

Oleh : Ridwan | Selasa, 02 Februari 2021 - 13:30 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal meminta pemerintah melanjutkan program subsidi upah atau BLT BPJS Ketenagakerjaan.

Dijelaskan Said Iqbal, hal tersebut guna meminimalisir pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang diprediksi akan terjadi di Indonesia.

"Ke depan, KSPI memprediksi ledakan PHK jutaan buruh akan terjadi di semua sektor industri termasuk industri baja dan semen," kata Iqbal, Selasa (2/2/2021).

Menurutnya, bantuan dengan sasaran pekerja dengan gaji di bawah Rp5 juta akan sangat membantu pekerja jika terjadi PHK massal. 

"Selain itu, program bantuan sosial tersebut sangat membantu menjaga daya beli buruh," terangnya.

Disisi lain, Iqbal juga berharap kepesertaan program ini diperluas, termasuk buruh yang tidak terdaftar di dalam BPJS Ketenagakerjaan. Sehingga kata dia, akan semakin banyak buruh yang menerima subsidi upah tersebut.

"Dengan adanya bantuan atau subsidi upah, akan menjadi buffer atau penyangga buruh dan keluarganya untuk bertahan hidup. Terlebih di tengah pandemi yang belum usai," kata Iqbal.

"Kami (KSPI) akan segera kirim surat ke Presiden Jokowi untuk melanjutkan program tersebut," tutupnya.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →