Gegara Standarisasi, Banyak UMKM Berkualitas Kalah Bersaing, Herman Khaeron: BSN Harus Masif Jemput Bola!

Oleh : Candra Mata | Rabu, 20 Januari 2021 - 11:10 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron meminta Badan Standardisasi Nasional (BSN) dapat secara masif menjemput bola melakukan sosialisasi produk berkualitas dan melakukan standardisasi produk-produk di sektor potensial. 

Pasalnya, standarisasi ini penting dilakukan untuk membantu para pengusaha kecil mendapat garansi kepada produk mereka agar lebih diminati konsumen.

Lantaran banyak hasil dari produk UMKM yang sudah meningkat kualitasnya, namun masih tidak mampu bersaing di pasar.

“Tentu ini akan menjadi garansi atau keterjaminan terhadap konsumen. Ini penting karena sampai saat ini banyak yang kemudian kita dorong, kita endorse untuk sektor-sektor UMKM, hasil-hasil produk dari UMKM meningkat kualitasnya, meningkat value added-nya, kata Herman Khaeron dalam keterangannya seperti dikutip redaksi Industry.co.id pada Rabu (20/1/2021).

"Tetapi pada sisi lain tidak mampu karena sulitnya untuk mereka mendapatkan sertifikasi nasional,” tegasnya.

Selain itu politisi Fraksi Partai Demokrat ini yang akrab disapa Kang Hero juga menilai masih banyaknya perusahaan yang pasif dalam mengurus sertifikasi standar nasional. 

"Hal itu sepenuhnya harus menjadi tanggung jawab bagi BSN," imbuhnya.

Sebab DPR sebutnya, akan terus membantu dan mengawal proses dari target BSN untuk melakukan standardisasi produk nasional ke sektor-sektor usaha yang potensial yang menyentuh kepentingan rakyat kecil.

"Nah apabila mereka pasif, ini perlu dijemput bola oleh BSN. Kami di DPR siap untuk membantu dan mengawal,” pungkasnya.

Candra Mata

Redaksi

Candra Mata adalah seorang jurnalis dan wartawan di media cetak dan portal berita online nasional bernama Industry.co.id, tercatat aktif sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis yang mengulas berbagai perkembangan sektor industri di Indonesia.Fokus Liputan: Artikel berita yang ditulisnya banyak berfokus pada kebijakan ekonomi, aktivitas ekspor-impor, program investasi nasional, perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga inovasi Industri Kecil Menengah (IKM)

Lihat semua artikel →