Pagi Ini, IHSG Dibuka Turun ke Posisi 5.665

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 05 Mei 2017 - 10:40 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka turun ke posisi 5.665,11 pada sesi pertama perdagangan Jumat (05/05/2017) dibandingkan posisi pada penutupan perdagangang satu hari sebelumnya di level 5.669,44.

Pada pukul 09:13 WIB, IHSG terpantau pada level 5.665,31. Sebanyak 98 saham mengalami kenaikan harga, 391 saham turun, 96 saham stagnan dan 289 saham.

Total nilai transaksi tercatat sebesar Rp746 miliar dengan volume perdagangan sebanyak 1,227 miliar unit saham. Sementara itu, investor asing melakukan aksi beli saham bersih (net buying) senilai Rp85 miliar dengan volume pembelian sebanyak 14 juta unit saham.

Sebanyak 7 dari 10 indeks sektoral di BEI melemah. Indeks sektor aneka industri mengalami penurunan paling dalam, yaitu sebesar 0,47%, atau 7,05 poin, ke posisi 1.479. Kemudian disusul oleh indeks sektor infrastruktur dan indeks sektor properti yang masing-masing mengalami penurunan 0,19% dan 0,17%. Sementara itu, indeks sektor industri dasar mengalami kenaikan tertinggi 0,06% atau 0,38 poin ke posisi 605.

Saham-saham LQ45 yang mengalami kenaikan harga dan menjadi top gainers adalah saham PT PP Property Tbk (PPRO) yang harganya naik Rp18, atau 7,8%, menjadi Rp250 per unit, saham PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) yang harganya terangkat Rp120, atau 4,4%, menjadi Rp2.820 per unit dan saham PT Adhi Karya Tbk (ADHI) yang harganya meningkat Rp70, atau 3,2%, menjadi Rp2.230 per unit.

Sementara itu, saham-saham LQ45 yang mengalami penurunan harga dan menjadi top losers adalah saham PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) yang harganya tergerus Rp350, atau 2,3%, menjadi Rp14.925 per unit, saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) yang harganya susut Rp15, atau 2,2%, menjadi Rp660 per unit dan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang harganya turun Rp8, atau 2%, menjadi Rp400 per unit. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →