Laba Bersih Sillo Maritime Perdana Ditargetkan Tumbuh 56% pada 2017

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 03 Mei 2017 - 18:27 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Laba bersih PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP), operator armada angkutan lepas pantai untuk industri minyak dan gas di Indonesia, ditargetkan mencapai sebesar US$9,8 juta pada 2017, atau tumbuh sekitar 56% dibandingkan dengan realisasi laba bersih 2016 sebesar US$6,3 juta.

“Target pertumbuhan laba bersih yang terbilang cukup signifikan tersebut ditopang oleh pendapatan yang diperkirakan melonjak lebih dari 100% pada tahun ini menjadi US$38 juta dibandingkan pendapatan perseroan pada 2016 sebesar US$18 juta,” papar Herjati, Direktur Keuangan SHIP, kepada wartawan dalam acara paparan publik di Thamrin Nine, Jakarta Pusat, Rabu (03/05/2017).

Herjati mengemukakan, realisasi pendapatan SHIP pada triwulan pertama 2017 tercatat sebesar US$9 juta, atau sudah mencapai sekitar 24% dari target pendapatan setahun penuh perseroan pada tahun ini.

“Sementara itu, realisasi laba bersih SHIP pada Januari-Maret 2017 sebesar US$2,8 juta, atau sudah mencapai sekitar 28,6% dari target laba bersih tahun ini,” imbuhnya.

Karena itu, demikian Herjati, untuk mendukung pencapaian target pendapatan dan laba bersih SHIP pada tahun ini, maka manajemen SHIP mengalokasikan dana sebesar US$20 juta untuk membiayai belanja modal pada 2017 ini.

“Sekitar 80-85% dari nilai dana belanja modal tersebut berasal dari pinjaman sindikasi perbankan dan sisanya antara 15-20% berasal dari dana internal perseroan,” pungkasnya.

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →