2017, Pertumbuhan Industri TPT Capai Tujuh Persen

Oleh : Ridwan | Rabu, 03 Mei 2017 - 16:29 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta-  Potensi pasar domestik maupun global untuk industri  tekstil dan produk  tekstil (TPT)  masih terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk dan semakin tingginya permintaan akan kebutuhan tekstil non sandang.

Menurut catatan Kemenperin, pada tahun 2016 investasi industri TPT mencapai Rp7,54 triliun dengan perolehan devisa sebesar USD11,87 miliar.

"Kami optimis pertumbuhan industri TPT akan mencapai 7 persen di tahun ini," ungkap Direktur Industri Tekstil, Kulit, Alas Kaki dan Aneka Kementerian Perindustrian, Muhdori di Jakarta (3/5/2017).

Muhdori menyampaikan, saat ini sedang ada dinamika dari hulu-hilir industri tekstil Indonesia, mulai dari bea masuk, restrukturisasi mesin-mesin yang sudah terlalu tua, banjirnya produk impor, hingga harga gas yang terlalu tinggi.

"Untuk harga gas, saat ini kami dengan PLN dan Kementerian ESDM sedang mengadakan kajian untuk harga gas yang stabil dan tidak fluktuatif," terang Muhdori.

Sedangkan untuk bea masuk, Muhdori menyampaikan, saat ini Kemenperin sedang mengadakan perundingan bilateral, khususnya dengan Amerika.

"Kemungkinan pada bulan Juli 2017 ini sudah ada keputusan yang terbaik buat industri tekstil dalam negeri," imbuhnya.

Menurut Muhdori, saat inilah waktunya pengusaha-pengusaha tekstil untuk investasi secara besar-besaran terutama di bidang pertenunan.

"Dengan situasi saat ini, kami optimis industri tekstil dalam negeri akan bangkit kembali dan bersaing dengan China, India, Vietnam, dan Bangladesh" tutup Muhdori.

 

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →