ICBP Bukukan Pertumbuhan Laba 16% pada K1 2017

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 28 April 2017 - 14:07 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) berhasil meraih laba sebesar Rp1,09 triliun pada kuartal pertama 2017, atau tumbuh 15,6% dibandingkan di periode yang sama pada 2016 sebesar Rp944,80 miliar.

Pertumbuhan keuntungan perusahaan milik Grup Salim tersebut ditopang oleh peningkatan penjualan konsolidasinya sekitar 6% menjadi Rp9,46 triliun per Maret 2017 dibandingkan di periode yang sama pada 2016 sebesar Rp8,92 triliun.

“Penjualan mie instan perseroan tercatat sekitar Rp5,96 triliun, atau berkontribusi sekitar 65% dari laba konsolidasi perseroan di triwulan pertama 2017. Bisnis tersebut merupakan kontributor terbesar bagi penjualan perseroan selama tiga bulan pertama tahun ini,” papar Anthoni Salim, Direktur Utama ICBP, di Jakarta, Jumat (28/04/2017).

Anthoni mengemukakan, manajemen perseroan akan terus mempertahankan kinerja yang baik di tengah kondisi yang penuh tantangan. Itu dilakukan karena perseroan sepanjang triwulan pertama tahun ini mampu mempertahankan pertumbuhan penjualannya serta keuntungannya.

Padahal, sepanjang periode tersebut tingkat permintaan terhadap produk-produk fast moving consumer goods turun. Disamping itu, tingkat persaingannya pun semakin ketat.

Penjualan produk-produk dairy food perseroan dalam tiga bulan pertama tahun ini tercatat sebesar Rp1,89 triliiun, atau sekitar 20% dari total nilai penjualan konsolidasi perseroan per Maret 2017.

Sedangkan penjualan makanan ringan, penyedap makanan, nutrisi & makanan khusus serta minuman masing-masing memberikan kontribusi sebesar 8%, 3%, 2% dan 4% dari penjualan konsolidasi perseroan di kuartal pertama tahun ini. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →