Triwulan I 2017 Laba Indofood Sukses Makmur Tbk Tumbuh 11%

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 28 April 2017 - 13:36 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) meraih laba sebesar Rp1,20 triliun pada Januari-Maret 2017, atau tumbuh 11% dibandingkan periode yang sama pada 2016 sebesar Rp1,09 triliun.

Pertumbuhan laba bersih tersebut ditopang oleh kenaikan penjualan konsolidasi perseroan sebesar 8% menjadi Rp17,83 triliun per Maret 2017 dibandingkan di periode yang sama pada 2016 sebesar Rp16,52 triliun.

“Produk konsumen bermerek (Consumers Branded Products/CBP) memberikan kontribusi sekitar 50% dari penjualan konsolidasi perseroan pada 2016, yakni sekitar Rp8,92 triliun. Itu adalah kontributor terbesar bagi penjualan konsolidasi kami pada triwulan pertama tahun ini,” ujar Anthoni Salim, Direktur Utama INDF, kepada wartawan di Jakarta, Jumat (28/04/2017).

Anthoni mengemukakan, manajemen perseroan merasa senang karena Indofood dapat mempercepat pertumbuhan penjualan dan core profit pada triwulan pertama tahun ini. Pasalnya, di tengah kondisi persaingan yang semakin ketat dan penurunan permintaan pasar, Grup CBP mampu melampaui pertumbuhan pasar kategori utama makanan dan minuman.

“Kenaikan harga produk-produk kelapa sawit sepanjang triwulan pertama tahun ini dan pulihnya tingkat produksi CPO perseroan telah mendorong kinerja bisnis perseroan di kelompok usaha agribisnis,” pungkas Anthoni.

Pendapatan INDF yang berasal dari grup agribisnis tercatat sebesar Rp3,92 triliun, atau sekitar 22% dari penjualan konsolidasi INDF per Maret 2017. Itu adalah kontributor terbesar kedua bagi pendapatan konsoliasi INDF setelah produk-produk Bogasari. Sedangkan bisnis Bogasari dan kegiatan distribusi masing-masing mengkontribusikan 21% dan 7% bagi pendapatan konsolidasi INDF per Maret tahun ini. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →