Pementasan Ala Broadway dalam Kisah Huana di New York
INDUSTRY.co.id - Jakarta– Di akhir pekan ini, kegiatan #NontonTeaterDiRumahAja yang dipersembahkan oleh Bakti Budaya Djarum Foundation akan menyuguhkan sebuah komedi musikal ala Broadway produksi EKI Dance Company. Pementasan #BroadwaynyaIndonesia yang bertajuk Kisah Huana di New York ini mengusung tema komedi musikal dan akan ditayangkan pada Sabtu, 26 September dan Minggu, 27 September 2020 pukul 15.00 WIB di website www.indonesiakaya.com serta channel YouTube IndonesiaKaya.
Kisah Huana di New York yang disiarkan ini merupakan rekaman pementasan yang diselenggarakan pada 28-30 November 2017 di Gedung Kesenian Jakarta. Eksotika Karmawibhangga Indonesia (EKI) adalah sebuah dance company profesional yang memadukan unsur tradisi dan kontemporer dalam karya-karyanya. EKI didirikan tahun 1996 oleh Aiko Senosoenoto dan Rusdy Rukmarata. Keduanya terinspirasi oleh semangat Karmawibhangga – sederet relief Candi Borobudur yang kini terkubur – yang menyebarkan paham keterbukaan pemikiran dan potret yang jujur dari masyarakat pada zamannya.
“Beberapa pekan kemarin, para penikmat seni menyaksikan penampilan dari EKI Dance Company dengan lakon Ada Apa Dengan Sinta?, kali ini penikmat seni kembali disuguhkan dengan komedi musikal bertajuk Kisah Huana di New York yang juga menampilkan sajian musik, kostum, dan jalan cerita tak kalah menarik dalam program #NontonTeaterDiRumahAja. Semoga sajian musikal yang segar dan menarik dari EKI Dance Company ini, dapat menghibur dan menginspirasi kembali para penikmat seni terutama generasi muda,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.
Kisah Huana di New York yang ditulis oleh Aiko Senosoenoto, Ara Ajisiwi, Tan Kok Siong, Renny Turangga, Takako Leen, Miss Yuli, dan Kresna ‘Peceng’ Wijaya ini menceritakan tentang diaspora Indonesia di New York. Ada kelompok penjual burger asal Sragen yang dipimpin Mbak Anita, bersama temannya, Dodo Suhendro Mangkunegoro Prawironegoro dan Sinta, adik Dodo, serta rekan kerja mereka yaitu Andri, Siti, Yati, Karsi, Beben dan Somad. Selain itu ada juga kelompok hotdog yang dipimpin Cik Afung dan rombongannya yaitu Akiaw, Ling – Ling, Acong, Abun dan Ayang. Suatu hari, Sinta menghilang tanpa kabar, ada yang bilang, Sinta pergi bersama Bule, namun kemanakah perginya Sinta?
Pementasan Kisah Huana di New York ini juga dimeriahkan oleh para pemeran seperti Takako Leen sebagai Mbak Anita, Eva sebagai Siti, Ericha Vicky sebagai Yati, Charles Henry sebagai Dodo, Refen Paryohanda sebagai Zaka, Kresna Kurnia Wijaya sebagai Andri, Ara Ajisiwi sebagai Karsi, Nala Amrytha sebagai Sinta, Limawan Bayu sebagai Somad, dan Yosep Wahyu Tristiantoro sebagai Beben, Lilies sebagai Afung, Novita Wong sebagai Akiau, Feronica sebagai Ling-ling, Kojack Kodrata sebagai Acong, Yuliani Ho sebagai Yu Shu Yen, Tan Kok Siong sebagai Abun, Freddy Kurniawan sebagai Ayang.
Komedi musikal yang disutradarai dan dikoreograferi oleh Rusdy Rukmarata, juga didukung oleh Takako Leen, Siswanto ‘Kojack’ Kodrata, Miss Yuli, Gede Juliantara dan Kresna ‘Peceng’ Wijaya sebagai koreografer. Sedangkan untuk penata artistik dipegang oleh Iskandar Loedin, Michael Da Lopez selaku penata musik dan juga pelatih vokal bersama Siska Napitupulu, Prabudi Hatma Samarta selaku penata multimedia, Alim Jemi selaku penata cahaya, Aiko Senosoenoto dan Gabz_story selaku penata kostum.
“Menyaksikan kembali rekaman pementasan ini tentunya sedikit melepas kerinduan kami dengan seluruh proses produksi dari sebuah pementasan untuk menyuguhkan sebuah sajian yang terbaik bagi para penikmat seni. Semoga rekaman pertunjukan musikal dengan balutan komedi dari kami ini dapat menjadi angin segar dan menambah keceriaan akhir pekan para penikmat seni di rumah, mari bersama-sama #NontonLagiNgakakLagi,” ujar Rusdy Rukmarata selaku sutradara dan koreografer Kisah Huana di New York.
Dukungan Untuk Pekerja Seni Panggung Budaya
Selain mengajak para penikmat seni untuk #NontonTeaterDiRumahAja, Indonesia Kaya bekerjasama dengan Happy Salma, Butet Kartaredjasa dan Ratna Riantiarno sebagai para seniman pertunjukan panggung juga mengajak penikmat seni ikut memberikan, Dukungan Untuk Pekerja Seni Panggung Budaya. Musibah Covid-19 yang terjadi di tahun 2020 ini membuat banyak acara seni, khususnya seni pertunjukan panggung yang mengalami pembatalan. Hal ini memberikan dampak yang keras bagi ribuan pekerja seni di Indonesia yang menjadikan seni panggung sebagai sumber penghasilan utama mereka.
“Melalui kitabisa.com, kami ingin mengajak masyarakat untuk mendukung para pekerja seni panggung budaya yang kehilangan mata pencahariannya di saat yang kurang baik ini. Bantuan akan diberikan dalam bentuk dana ke para pekerja seni dan kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban para pekerja seni, sehingga mereka dapat berkarya lagi di kemudian hari,” tambah Renitasari.
Masyarakat dapat menyalurkan bantuan dengan membuka website https://kitabisa.com/campaign/indonesiakaya dan mengikuti langkah-langkah berikut:
1. Klik tombol "DONASI SEKARANG"
2. Isi nominal donasi yang ingin diberikan
3. Pilih metode pembayaran GOPAY/LinkAja/JeniusPay/Mandiri/BCA/BNI/BNI Syariah/BRI dan kartu kredit
4. Ikuti instruksi untuk menyelesaikan pembayaran
Setiap rupiah yang disumbangkan merupakan uluran tangan penuh arti bagi pekerja seni Indonesia.