Hingga Kamis Total Kesembuhan Secara Nasional dari Covid-19 Berjumlah 132.055
INDUSTRY.co.id - Jakarta - Per 3 September 2020, sebanyak 2.084 pasien sembuh dari Covid-19. Penambahan itu menambahkan total kesembuhan secara nasional menjadi 132.055 kasus.
Kesembuhan harian Kamis (3/9/2020) ini berada di DKI Jakarta dengan tambahan 700 kasus dan totalnya mencapai 32.441 kasus. Diikuti Jawa Timur dengan tambahan harian sebanyak 340 kasus dan totalnya mencapai 27.117 kasus. Lalu dari Kalimantan Selatan ada tambahan 139 kasus dan totalnya mencapai 6.633 kasus.
Jumlah kasus aktif di Indonesia pada hari ini bertambah jadi sejumlah 44.463 kasus. Untuk penambahan kasus positif baru hari ini ada 3.622 kasus dan kumulatifnya sudah mencapai 184.268 kasus. Penambahan terbanyak hari ini berada di DKI Jakarta dengan tambahan sebanyak 1.359 kasus dan kumulatifnya menjadi 43.400 kasus.
Urutan kedua terbanyak dari Jawa Timur dengan 377 kasus dan kumulatifnya mencapai 34.655 kasus. Diikuti Jawa Tengah dengan tambahan harian 242 kasus dan kumulatifnya mencapai 14.670 kasus.
Selain itu penambahan kasus pasien meninggal harian sebanyak 134 kasus dan totalnya mencapai 7.750 kasus. Kasus tertinggi berada di Jawa Timur dengan 34 kasus dan totalnya mencapai 2.459 kasus. Diikuti Kalimantan Timur dengan tambahan 27 kasus dan totalnya menjadi 192 kasus.
Jawa Tengah menambahkan kasus kematian hari ini sebanyak 18 kasus dan totalnya mencapai 1.061 kasus. Sementara DKI Jakarta urutan selanjutnya dengan tambahan 15 kasus dan totalnya mencapai 1.246 kasus.
Disamping itu untuk jumlah suspek hari ini ada 84.071 kasus dan spesimen sebanyak 37.597. Sebaran wilayah masih terjadi di 34 provinsi dan 488 kabupaten/kota.
Sementara itu di tempat terpisah, Ketua Pelaksana Komite Penanggulangan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Erick Thohir memastikan tenaga kesehatan, mulai dari dokter, perawat, hingga bidan akan diprioritaskan mendapat imunisasi pertama saat vaksin Covid-19 siap digunakan, awal tahun 2021.
Hal itu dinyatakan Erick Thohir usai mengadakan koordinasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (3/9/2020).
Pertemuan dengan kedua lembaga yang mewakili garda terdepan kesehatan dalam memerangi Covid-19 digelar dalam upaya mengurangi risiko para tenaga medis di tengah pandemi, baik melalui peningkatan protokol keselamatan, proteksi, dan juga vaksin bagi tenaga medis yang dalam waktu dekat siap diproduksi.
"Selain banyak hal yang kami diskusikan, inti pertemuan ini kami memetakan semua tenaga kesehatan, dokter, dan perawat yang akan mendapatkan imunisasi pertama saat vaksin siap digunakan awal tahun depan dan juga menjadi garda depan dalam melakukan imunisasi massal," ujar Menteri Erick Thohir, dalam jumpa pers yang didampingi Ketua Umum IDI, Daeng M Faqih dan Ketua PPNI, Harif Fadhillah.
Dari hasil pemetaan yang diberikan IDI dan PPNI, tercatat ada 1,5 juta tenaga kesehatan, baik dokter, perawat, dan bidan yang meliputi pula di TNI serta Polri siap untuk diterjunkan saat imunisasi massal yang dijadwalkan awal tahun 2021.
Erick Thohir juga menambahkan, bahwa pihak IDI dan PPNI yang menentukan kriteria serta kualifikasi dokter, perawat, dan bidan yang akan mendapat kesempatan pertama vaksinasi tersebut.
"Selain itu, akan ada tim khusus dalam Satgas Penanggulangan Covid-19 yang bertugas untuk menilai vaksin dengan bekerjasama dengan IDI dan Kemenkes.