Horee, Pizza Hut Indonesia Beda Nasib dengan NPC Pemilik Waralaba di Amerika yang Bangkrut

Oleh : Candra Mata | Jumat, 03 Juli 2020 - 21:17 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Pizza Hut Indonesia angkat bicara terkait pengajuan resmi pailit restoran Pizza Hut di Amerika yang dimiliki oleh NPC International Inc. 

Menurut Pizza Hut Indonesia, keuangan perusahaan masih dalam kondisi sehat dan tidak terlilit utang seperti yang diderita oleh  NPC Pizza Hut di Amerika.

“Pizza Hut Indonesia dalam kondisi keuangan yang sehat,” sebut manajemen Pizza Hut Indonesia, Jumat (3/7).

Manajemen juga memastikan kegiatan operasional restorannya di Indonesia masih berjalan lancar sekaligus menampik anggapan Pizza Hut Indonesia memiliki kaitan usaha dengan NPC International Inc. 

“Pizza Hut Indonesia merupakan badan hukum yang terpisah termasuk pemisahan atas kegiatan usaha, operasional, komersial dan finansial antara Pizza Hut Indonesia dengan NPC,” jelas manajemen. 

Asal tau saja, baru-baru ini Pizza Hut Amerika yang dikelola oleh NPC International Inc telah secara resmi mengajukan pailit ke pengadilan niaga di Amerika. 

Perseroan yang berbasis di Kansas ini sedang kesulitan keuangan gegara dampak pandemi Covid-19 serta persaingan sengit dengan  Domino's Pizza Inc. dan Papa John's International Inc.

NPC dikabarkan tengah terlilit utang sebesar USD903 juta. Meski begitu, peraeroan masih beroperasi dan secara perlahan berusaha menyelesaikan seluruh tagihan. 

Adapun soal pengajuan pailit yang dialami NPC tidak serta merta juga mempengaruhi ribuan gerai Pizza Hut dan Wendy’s lainnya yang dimiliki oleh pemegang waralaba lain diluar NPC International Inc.

Candra Mata

Redaksi

Candra Mata adalah seorang jurnalis dan wartawan di media cetak dan portal berita online nasional bernama Industry.co.id, tercatat aktif sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis yang mengulas berbagai perkembangan sektor industri di Indonesia.Fokus Liputan: Artikel berita yang ditulisnya banyak berfokus pada kebijakan ekonomi, aktivitas ekspor-impor, program investasi nasional, perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga inovasi Industri Kecil Menengah (IKM)

Lihat semua artikel →