Menghadap OJK, Sejumlah Pengusaha Teriak Pemberian Stimulus Masih Lambat

Oleh : Ridwan | Jumat, 03 Juli 2020 - 03:30 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Otoritas Jas Keuangan memanggil sejumlah pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).

Dalam pertemuan tersebut, Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani meminta pemerintah mempercepat pemberian restrukturisasi pada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Saat ini, kata Rosan, pelaku UMKM yang sudah meminta restrukturisasi baru sekitar 50% dari total lending kepada UMKM atau secara nilai sudah Rp500 triliun dari total restrukturisasi yang diajukan oleh pelaku UMKM.

"Oleh sebab itu, dibutuhkan langkah-langkah cepat, proses restrukturisasi sudah berjalan," ucapnya di Jakarta (2/7/2020).

Langkah lainnya yang tak kalah penting adalah bagaimana perlunya modal kerja yang diberikan pengusaha. Khususnya pinjaman modal kerja kepada pelaku UMKM yang menjadi sektor paling terdampak.

"Kami pun meminta mesti ada tahapan lanjutan yakni modal kerja yang memang dibutuhkan UMKM terutama dan kepada dunia usaha," kata Rosan.

Lebih lanjut, Rosan mengatakan, pertemuan hari ini adalah untuk memberikan masukan kepada OJK dalam rangka percepatan stimulus. Mengingat saat ini pemberian stimulus kepada para pengusaha masih lambat.

Bahkan hal ini juga sempat dikeluhkan oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu. Jokowi sempat kesal lantaran stimulus yang sudah dikeluarkan lama penyalurannya.

"Kami dari kadin dan asosiasi tadi kita ada lebih dari 10 asosiasi yang mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada pak Wimboh dan jajaran yang mengundang kami untuk diskusikan langkah-langkah apa dan masukan apa yang dibutuhkan dalam rangka percepatan dari stimulus-stimulus yang kita lihat memang agak lambat dalam implementasinya," tutur Rosan.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →