Menkop UKM Optimis Gerakan Toko Bersama Kerek Cuan Bisnis Toko Kelontong di Masa Pandemi

Oleh : Rìdwan | Selasa, 30 Juni 2020 - 09:30 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Konsorsium Sosial untuk Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) resmi meluncurkan Gerakan Toko Bersama.

Gerakan ini bertujuan untuk membantu bisnis pemilik toko kelontong tradisional yang kini terdampak Covid-19.

"Saat ini 3,5 juta warung tradisional, ini merupakan satu kekuatan ekonomi rakyat," kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam acara peluncuran secara virtual di Jakarta (29/6/2020).

Adapun konsorsium ini merupakan kolaborasi antara sejumlah pihak. Di antaranya Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), PT Coca Cola Indonesia, PT Coca Cola Amatil Indonesia, UKM Center Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, serta QASA Peduli.

Gerakan Toko Bersama ini mengusung tagline bersih, sehat, dan maju: gerakan pemberdayaan UKM Toko dan Warung Kelontong Tradisional Indonesia. Rincian mengenai gerakan ini bisa diakses di laman resmi mereka di gerakantokobersama.com.

Dikutip dari laman resmi ini, Gerakan Toko Bersama
akan memberikan sosialisasi dan edukasi kepada pemilik toko mengenai standar operasional toko yang bersih, sehat dan aman. Standar ini dalam rangka persiapan kehidupan normal baru (new normal) melalui distribusi e-book, video yang bisa disebarkan secara gratis dan diakses di laman ini.

Tujuan tahap awal ini adalah untuk memberikan rasa aman serta nyaman bagi masyarakat untuk berbelanja di toko dan warung kelontong. Selain itu, informasi ini juga bertujuan membantu upaya pemerintah dalam pencegahan penyebaran COVID-19.

Pada tahap berikutnya, Gerakan Toko Bersama berencana untuk menambah jenis materi edukasi bagi pelaku toko kelontong tradisional. Kemudian membantu membuka akses pada fasilitas pendukung usaha yang relevan bagi toko dan warung kelontong tradisional.

Sementara itu, Direktur Public Affairs, Communication, and Sustainability PT Coca Cola Amatil Indonesia,Lucia Karina mengatakan bantuan untuk usaha kecil ini bukanlah hal baru bagi perusahaannya. Sebelumnya, Coca Cola juga sudah memberikan pelatihan bagi pengusaha perempuan.

"Untuk membuka warung makanan dan minuman," kata dia.

Lalu, ada juga bantuan berupa cooler dan tirai kepada warung kelontong untuk mencegah penyebaran Covid-19.

"Kepedulian kami tidak akan berhenti," kata Karina.

Rìdwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →