Inilah BLC, Senjata Baru Jokowi Lawan Corona

Oleh : Ridwan | Minggu, 28 Juni 2020 - 14:10 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pemetaan kasus positif Covid-19 di Indonesia terbilang kompleks. Dengan penyebaran virus di 34 provinsi, maka pendeteksian harus disempurnakan secara matang.

Demi mengidentifikasi perkembangan Covid-19 di setiap daerah, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan sebuah sistem navigasi bernama Bersatu Lawan Covid (BLC).

Dalam konferensi pers di Istana Merdeka, kompleks Istana Kepresidenan, Jokowi mengemukakan bahwa sistem ini dapat menentukan suatu zonasi tingkat penularan Covid-19 di sejumlah daerah.

"Dengan sistem ini bisa kita ketahui berapa kabupaten, kota, berapa provinsi yang berubah statusnya dari hijau menjadi kuning, hijau menjadi oranye, dan hijau ke merah, atau sebaliknya," kata Jokowi awal pekan ini.

Melalui sistem informasi dan terintegrasi tersebut, pemerintah menegaskan kini telah memiliki data-data konkret sebelum mengeluarkan kebijakan. Data-data itu, akan digunakan sebagai senjata pemerintah dalam memerangi Covid-19.

"Tadi sudah dijelaskan data yang kita miliki sangat komplit dan dari data-data itulah kita memutuskan kebijakan-kebijakan sebuah daerah yang ingin masuk ke new normal juga melalui tahapan data yang kita lihat," ujar Jokowi.

"Pra kondisinya seperti apa, kemudian setelah prakondisi, timingnya kapan, kemudian juga prioritasnya di sektor apa, semuanya berdasarkan data yang kita miliki," lanjutnya.

Dengan memiliki data-data tersebut, Jokowi optimistis setiap kebijakan yang dikeluarkan bisa efektif. Namun, eks Gubernur DKI Jakarta itu menggarisbawahi bahwa ancaman Covid-19 sampai saat ini masih nyata.

"Saya ingin mengulang lagi, Indonesia adalah bangsa yang besar dan berjaya. Dengan gotong royong, dengan kekompakan, dan solidaritas antar masyarakat sebagai modal utama, bersama kita saling menjaga, bersatu kita bisa" kata Jokowi.

Indonesia kini menduduki peringkat ke-29 dengan kasus terjangkit terbanyak di dunia. Menurut data Worldometers per Sabtu (27/6/2020), Indonesia memiliki 51.427 kasus terjangkit, 2.683 kasus kematian, dan 21.333 pasien berhasil sembuh.

Dengan jumlah tersebut, Indonesia juga menduduki peringkat pertama di wilayah ASEAN, mengalahkan Singapura yang hanya memiliki 42 ribu kasus terjangkit.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →