Serangan Corona Makin Menggila, Jaguar Land Rover Terpaksa Pecat 1.100 Karyawan

Oleh : Ridwan | Rabu, 17 Juni 2020 - 09:30 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Mumbai - Tata Motors Ltd berencana memecat sekitar 1.100 karyawan di Jaguar Land Rover (JLR), pasca perusahaan menaikan target penghematan Rp17,8 triliun, demi menangani permasalahan yang timbul akibat pandemik COVID-19. 

Chief Financial Officer Tata Motors, PB Balaji, menjelaskan, hingga Maret 2021 pihaknya berencana menghemat keuangan JRL sekitar Rp89,4 triliun. Saat ini, perusahaan asal India itu telah melakukan penghematan hingga Rp62,6 triliun.

Berkat penghematan ini, belanja modal JRL menjadi Rp44,7 triliun pada tahun fiskal 2020. Padahal, tahun-tahun sebelumnya biaya belanja yang dikeluarkan JRL lebih dari GBP3 miliar atau Rp53,6 triliun.

"Fokus kami adalah menghemat uang kas dan memprioritaskan belanja modal, serta menargetkan pengeluaran investasi untuk area yang tepat,” ucap Balaji, dikutip dari Reuters, (16/6/2020).

Saat ini, Tata Motors sedang melakukan peninjauan di semua lini usahanya. Jika ada jalur bisnis yang dianggap tidak menguntungkan, perusahaan mempertimbangkan untuk keluar. Strategi ini merupakan bagian dari upaya perusahaan menghemat hingga USD789 juta atau Rp11,1 triliun dalam bisnis domestik pada tahun fiskal 2021.

Akibat karantina wilayah atau lockdown yang diterapkan di banyak negara, membuat Tata Motors harus rela mencatat kerugian bersih pada kuartal keempat sebesar Rp18,4 triliun. Sementara JRL menyumbang kerugian sebelum pajak sebesar GBP501 juta atau Rp8,96 triliun.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →