Rugi Rp6,01 Triliun, Perusahaan Milik Sandiaga Uno Bakal Lakukan Ini!

Oleh : Ridwan | Selasa, 16 Juni 2020 - 15:10 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) berencana untuk melakukan pembelian kembali (buyback) saham senilai Rp120 miliar dalam waktu dekat.

Rencana tersebut masih akan dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan diselenggarakan pada Rabu (17/06/2020).

Dilansir dari keterbukaan informasi, SRTG bermaksud untuk membeli kembali saham perusahaan dengan porsi 1,105% atau setara dengan 30 juta lembar saham. Manajemen SRTG menyebut, rencana ini tidak akan berpengaruh pada penurunan pendapatan maupun laba perusahaan.

"Pertimbangan utama SRTG dalam melakukan pembelian kembali saham adalah sehubungan dengan pelaksanaan program insentif jangka panjang kepada karyawan perusahaan," sebut SRTG, Jakarta, Selasa (16/06/2020).

Lebih lanjut, harga saham SRTG yang saat ini berada pada kisaran Rp2.800-an belum mencerminkan nilai atau kinerja perusahaan. Nantinya, PT Indo Premier Sekuritas akan ditugaskan sebagai pihak yang melakukan pemeblian saham SRTG dalam aksi korporasi kali ini.

Sebagai tambahan informasi, pada kuartal I 2020, SRTG mencatat kerugian bersih sebesar Rp6,01 triliun. Dilansir dari laporan keuangan Q1 2020 yang dipublikasikan perusahaan, SRTG mengalami kerugian bersih atas investasi pada saham dan efek ekuitas dengan nilai sebesar Rp5,90 triliun.

Padahal, pada tahun sebelumnya, perusahaan milik pengusaha Sandiaga Salahuddin Uno ini mampu mengantongi keuntungan investasi hingga Rp1,39 triliun.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →