2017, Dana Kelolaan Mandiri Manajemen Investasi Ditargetkan Rp47 Triliun

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 11 April 2017 - 17:30 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Dana kelolaan PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI) ditargetkan Rp47 triliun pada 2017. Sepanjang Januari-Februari 2017, total dana kelolaan MMI tercatat sebesar Rp43 triliun, atau sudah mencapai sekitar 91,49% dari target setahun penuh 2017.

“Total dana kelolaan kami saat ini sudah mencapai Rp43 triliun, sementara itu target tahun ini ditetapkan sebesar Rp47 triliun. Kendati demikian, kami berharap bisa mencapai Rp50 triliun. Agar manajemen MMI dapat mencapai target yang telah ditetapkan sebelumnya, maka perseroan saat ini bekerja sama dengan situs-situs belanja online,” ujar Endang Astharanti, Direktur Penjualan MMI, di Jakarta, Selasa (11/04/2017).

Endang menjelaskan, sekitar 40% dari total dana kelolaan MMI ditempatkan di reksa dana terproteksi dan sisanya di resa dana saham, pendapatan tetap, pasar uang dan campuran. Itu mengindikasikan, bahwa nasabah MMI lebih suka menempatkan dana mereka di reksa dana terproteksi.

Return yang diperoleh pemegang reksa dana yang dikelola MMI bervariasi. Return untuk reksa dana yang mengacu pada indeks harga saham gabungan (IHSG) tercatat sekitar 4% pada triwulan pertama 2017.

Adapun return reksa dana berbasis indeks obligasi tercatat sebesar 6% pada triwulan pertama 2017. Sementara itu, reksa dana pasar uang memberikan return 0,5% per bulan. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →