HK Realtindo Investasikan Rp300 Miliar untuk Bangun Gedung Perkantoran

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 11 April 2017 - 04:06 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta- PT HK Realtindo, anak usaha PT Hutama Karya (Persero), mengalokasikan investasi bernilai Rp300 miliar untuk membangun gedung perkantoran, bernama HK Office Tower yang berlokasi di tengah-tengah kompleks perkantoran BUMN Karya di Cawang, Jakarta Timur.

“Pembangunan HK Office Tower adalah proyek kerjasama antar BUMNm yaitu antara PT Hutama Karya (Persero) dengan PT Indra Karya (Persero) sebagai pemilik lahan, serta dengan PT HK Realtindo (HK Group) sebagai pengembang dan pengelola HK Office Tower,” ujar Ir Koentjoro, Direktur Utama PT HK Realtindo, di Jakarta, Senin (10/04/2017).

Koentjoro mengemukakan, gedung perkantoran tersebut akan dibangun setinggi 15 lantai dengan konsep green building dan disain eco modern yang kokoh dan megah. Proyek pembangunan HK Office Tower ini diharapkan selesai dalam 16 bulan.

“Kendati total lahan yang akan dikembangkan mencapai 3,9 hektar, HK Realtindo optimistis dapat menyelesaikan pekerjaan pembangunan proyek tersebut secara tepat waktu dan optimal,” tukas Koentjoro.

Lebih lanjut Koentjoro menjelaskan, selain akan menjadi kawasan perkantoran, HK Office Tower juga akan menjadi salah satu pusat komersial dan retail strategis di kawasan Cawang, Jakarta Timur. “Berlokasi di Jalan MT Haryono, HK Office Tower kedepan akan menyediakan lebih dari 1,6 hektar ruang kantor dan 2.000 meter persegi kawasan komersial dan gaya hidup,” imbuhnya. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →