Dana Asing Masuk, Rupiah Bangkit Lawan Dolar AS

Oleh : kormen barus | Sabtu, 06 Juni 2020 - 11:49 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Jakarta-Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam diskusi online via Zoom, Jumat (6/5/2020),  merespons penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Menurut Luhut, indikasi kondisi ekonomi masih cukup baik adalah penguatan nilai tukar rupiah ke level Rp 13.000-an/dolar AS. Selain itu, Luhut mengatakan Bank Dunia atau World Bank menikai ketahanan ekonomi Indonesia masih cukup baik.

"Tapi World Bank bilang ekonomi kita resilience, coba kita lihat hari ini nilai rupiah saja jadi Rp 13.900 lagi," pungkas Luhut melansir detik.com.

Luhut mengatakan selama dua tiga minggu ini dia mendapatkan laporan capital inflow alias modal yang masuk ke Indonesia meningkat, dia menyebut nilainya ada US$ 1,5 miliar. Dia menilai hal-hal tersebut merupakan indikasi ekonomi Indonesia membaik.

"Dua tiga minggu ini juga capital inflow ada US$ 1,5 billion. Banyak indikasi bilang ini baik," kata Luhut.

Memang Luhut mengakui belum sempurna, namun pemerintah terus bekerja keras memulihkan ekonomi. Apabila ada yang menyebut pekerjaan pemerintah kurang baik, dia mengatakan biar pasar yang menilai.

"Apakah sudah sempurna belum lah. Tapi kalau dibilang kita kerja nggak benar, biar market lah yang melihat," tegas Luhut

Kormen Barus

Pimpinan Redaksi

Kormen Barus adalah seorang jurnalis dan editor senior yang saat ini dikenal sebagai Pimpinan Redaksi di media portal berita nasional ⁠Industry.co.id. Ia juga memiliki rekam jejak sebagai jurnalis untuk portal Infomoneter dan Redaktur Pelaksana di Majalah Business Review. Selain aktif di dunia jurnalistik, ia adalah penulis yang telah menerbitkan karya di bidang lingkungan, seperti buku yang berjudul "Desa Mandiri Menuju Langit Biru di Bumi Khatulistiwa

Lihat semua artikel →