Pagi ini, IHSG Dibuka Turun ke Posisi 5.674

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 07 April 2017 - 09:58 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka turun ke posisi 5.674,01 pada sesi pertama perdagangan Jumat (07/04/2017) dibandingkan posisi pada penutupan pada satu hari perdagangan sebelumnya di level 5.680,24.

Pada pukul 09:17 WIB, IHSG terpantau berada di level 5,667,75, atau masih juga lebih rendah dibandingkan pada posisi kemarin. IHSG bergerak pada kisaran level 5.666,33-5.677,75. Penurunan IHSG pagi ini disebabkan oleh penurunan harga 386 saham. Meski demikian, masih ada 109 saham yang mengalami kenaikan harga, sebanyak 85 saham stagnan dan 296 saham belum ditransaksikan.

Total nilai perdagangan selama 17 menit setelah pembukaan perdagangan hari ini tercatat sebesar Rp718 miliar dengan volume transaksi sebanyak 1,569 miliar unit saham. Sementara itu, investor asing melakukan aksi jual saham bersih (net selling) sebesar Rp12 miliar, tetapi mereka mencatat volume pembelian bersih saham (net buying volume) sebanyak 2 juta unit saham.

Sembilan dari 10 indeks sektoral di BEI melemah. Hanya indeks sektor pertambangan yang mengalami kenaikan, yaitu sebesar 0,77%, atau 11,91 poin, ke posisi 1.560. Indeks sektor infrastruktur mengalami penurunan terbesar, yaitu sebesar 0,91%, atau 10,05 poin, ke posisi 1.098. Kemudian diikuti oleh penurunan indeks sektor agrikultur, sektor properti dan sektor konsumer. Indeks sektor agrikultur terpangkas 0,32%, atau 5,95 poin, ke posisi 1.867. Sementara itu, indeks sektor properti dan sektor konsumer masing-masing susut 0,28%.

Saham-saham LQ45 yang mengalami kenaikan harga dan menjadi top gainers di sesi pertama perdagangan hari ini adalah saham PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) yang harganya naik Rp12, atau 4%, menjadi Rp312 per unit, saham PT Elnusa Tbk (ELSA) yang harganya terangkat Rp6, atau 1,6%, menjadi Rp386 per unit dan saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) yang harganya meningkat Rp75, atau 1,2%, menjadi Rp6.225 per unit.

Sementara itu, saham-saham LQ45 yang harganya turun dan menjadi top losers adalah saham PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) yang harganya tergerus Rp45, atau 3,3%, menjadi Rp1.330 per unit, saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang harganya susut Rp125, atau 1,9%, menjadi Rp6.575 per unit dan saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) yang harganya terpangkas Rp30, atau 1,9%, menjadi Rp1.580 per unit. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →