98 Pekerja Positif Covid-19, Pabrik Rokok HM Sampoerna Jamin Semua Produknya Aman

Oleh : Candra Mata | Rabu, 06 Mei 2020 - 13:08 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, 98 karyawan PT HM Sampoerna Tbk terpapar Covid-19 dan dua pekerja pabrik meninggal dunia akibat virus korona, perusahaan lantas menutup sementara pabrik di pabrik Rungkut 2 Surabaya, Jawa Timur sejak 27 April 2020.

Melihat adanya kejadian tersebut, HM Sampoerna segera melakukan karantina produk selama lima hari agar memastikan kualitas produk tetap aman. Perseroan menerapkan sistem karantina selama lima hari sebelum didistribusikan ke konsumen tingkat akhir.

Dikatakan Direktur HM Sampoerna Elvira Lianita, seluruh proses karantina tersebut dua hari lebih lama dari batas atas stabilitas lingkungan COVID-19, di mana telah disarankan oleh European CDC (European Centre for Disease Prevention and Control) dan juga World Health Organization(WHO).

"Kedua otoritas kesehatan internasional mengatakan bahwa COVID-19 dapat bertahan selama 72 jam pada permukaan plastik dan stainless steel, kurang dari 4 jam pada tembaga dan kurang dari 24 jam pada kardus," jelas Elvira dalam keterangan yang diterima Industry.co.id Rabu (6/5).

Selain berkomitmen menjaga kualitas terbaik dan integritas merek atas produk-produk yang dikeluarkan perusahaan, Elvira menambahkan bahwa protokol kesehatan diterapkan secara ketat di pabrik Sampoerna.

"Meski penutupan pabrik sementara telah dilaksanakan, namun akses ke fasilitas produksi hanya akan diberikan kepada pekerja yang berkepentingan," pungkas Elvira.

Candra Mata

Redaksi

Candra Mata adalah seorang jurnalis dan wartawan di media cetak dan portal berita online nasional bernama Industry.co.id, tercatat aktif sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis yang mengulas berbagai perkembangan sektor industri di Indonesia.Fokus Liputan: Artikel berita yang ditulisnya banyak berfokus pada kebijakan ekonomi, aktivitas ekspor-impor, program investasi nasional, perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga inovasi Industri Kecil Menengah (IKM)

Lihat semua artikel →