Triwulan Pertama 2017, DMAS Raih 37% Target Penjualan Pemasaran

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 04 April 2017 - 17:32 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), pengelola kawasan industri Deltamas, mencatat penjualan pemasaran (marketing sales) sebesar Rp559 miliar pada triwulan pertama 2017. Itu sudah mencapai sekitar 37% dari target penjualan pemasaran 2017 sebesar Rp1,5 triliun.

“Sebagian besar penjualan pemasaran itu dikontribusikan oleh penjualan lahan industri seluas 29 hektar pada triwulan pertama 2017 ke beberapa perusahaan, diantaranya ke perusahaan farmasi dan otomotif,” ujar Tondy Suwanto, Direktur DMAS, di Jakarta, Selasa (04/04/2017) petang.

Hal itu, demikian Tondy, mengindikasikan permintaan terhadap lahan industri semakin membaik dibandingkan pada awal tahun lalu dimana penjualan pada umumnya tergolong sepi. Itu juga menunjukkan bahwa investor maupun pelaku usaha mulai merealisasikan investasinya di Indonesia.

“Kinerja penjualan pemasaran tersebut melanjutkan tren penjualan yang positif sejak paruh kedua 2016 dan menegaskan posisi DMAS sebagai penyedia kawasan industri unggulan di kawasan Cikarang,” paparnya.

Kawasan industri Deltamas yang bernama Greenland International Industrial Centre (GIIC) telah ditunjuk sebagai salah satu kawasan industri yang berpartisipasi dalam program KLIK (Kemudahan Layanan Investasi Langsung Konstruksi) yang diluncurkan oleh BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal). Itu adalah sebuah pengakuan terhadap GIIC sebagai salah satu kawasan industri unggulan di Indonesia yang berfasilitas lengkap dan terletak di lokasi yang strategis.

Seiring dengan meningkatnya aktivitas industri, manajemen DMAS terus mengembangkan kawasan residensial dan komersial untuk memenuhi permintaan dari pelaku industri Kota Deltamas yang terus meningkat. Tingkat hunian dari Le Premier, yaitu serviced-apartment yang dimiliki dan dikelola DMAS, telah mencapai 100%. Itu bakal memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan berulang (recurring income) perseroan.

“Ini mencerminkan minat para pemangku kepentingan terhadap kawasan komersial di Kota Deltamas masih tetap tinggi. Dalam waktu dekat, kami akan meluncurkan produk yang sejalan dengan strategi perseroan agar lebih agresif mengembangkan segmen non-industri,” pungkasnya. (Abraham Sihombing)

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →