Laba Bersih Indofood Naik 18 Persen pada 2019

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 23 Maret 2020 - 15:55 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), produsen mie instan terkemuka bermerek Indomie, membukukan laba bersih Rp4,91 triliun pada 2019, meningkat 18 persen dibandingkan pada tahun sebelumnya sebesar Rp4,17 triliun.

Peningkatan itu ditunjang oleh pertumbuhan penjualan bersih sebesar 4 persen menjadi Rp76,59 triliun pada 2019 dibandingkan realisasi penjualan pada 2018 sebesar Rp73,39 triliun.

“Dengan demikian, marjin laba bersih Indofood meningkat menjadi 6,4 persen pada 2019 dibandingkan pada tahun sebelumnya sebesar 5,7 persen,” ujar Anthoni Salim, Presiden Direktur dan CEO INDF, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (23/03/2020).

Anthoni mengemukakan, Indofood pada 2019 meraih laba usaha Rp9,83 triliun, meningkat 8 persen dibandingkan pada tahun sebelumnya sebesar Rp9,14 triliun. Peningkatan tersebut mendorong Indofood mencatat marjin laba usaha sebesar 12,8 persen.

Anthoni menuturkan, Indofood telah menunjukkan ketangguhannya sebagai perusahaan Total Food Solutions melalui pertumbuhan yang positif pada nilai penjualan dan keuntungan kendati terdapat penurunan pada harga komoditas.

“Ke depan, kami akan terus fokus meningkatkan daya saing dengan terus memperkuat brand equity dan memastikan inovasi produk yang berkesinambungan, memperluas jaringan distribus, dan melakukan investasi untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi yang berkelanjutan,” pungkas Anthoni. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →