Tidak Diajak Bicara Soal Penambahan Hari Libur Nasional, KADIN: Ini Mengganggu Rencana Bisnis dan Menambah Biaya

Oleh : Candra Mata | Selasa, 10 Maret 2020 - 08:55 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Wakil Ketua Kadin Indonesia Bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani mengaku kaget dan tidak tahu akan ada pengumuman dari Pemerintah soal penambahan empat hari libur nasional. 

"Kami tidak diajak bicara. Penambahan libur ini tiba-tiba, "keluh Shinta. 

Penambahan libur ini, menurut Shinta dapat mengganggu rencana bisnis yang sudah dibangun oleh para pelaku usaha. 

"Mengganggu planning, kinerja dan target perusahaan karena periode kerja normal menjadi lebih singkat," sebut Shinta di Jakarta beberapa waktu lalu. 

Ia juga mengatakan, keputusan libur nasional itu bakal mengganggu produktivitas bisnis sebuah perusahaan yang tetap ingin beroperasi di saat libur bersama tersebut sesuai rencana kerja sebelumnya. 

"Maka ada biaya tambahan yang harus dikeluarkan Apabila perusahaan ingin tetap beroperasi selama cuti bersama berupa tambahan biaya tenaga kerja karena ketentuan kompensasi lembur," jelasnya. 

Hal berbeda disampaikan sebelumnya oleh Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziah, Pemerintah mengklaim keputusan penambahan libur nasional dan cuti bersama tidak akan berdampak pada produktivitas dunia usaha.

Candra Mata

Redaksi

Candra Mata adalah seorang jurnalis dan wartawan di media cetak dan portal berita online nasional bernama Industry.co.id, tercatat aktif sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis yang mengulas berbagai perkembangan sektor industri di Indonesia.Fokus Liputan: Artikel berita yang ditulisnya banyak berfokus pada kebijakan ekonomi, aktivitas ekspor-impor, program investasi nasional, perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga inovasi Industri Kecil Menengah (IKM)

Lihat semua artikel →