Genjot Ekspor Ditengah Wabah Virus Corona, Kemendag Andalkan Perwakilan Perdagangan di Luar Negeri

Oleh : Candra Mata | Selasa, 03 Maret 2020 - 23:10 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY co.id - Jakarta, Sekretaris Jenderal Oke Nurwan menyampaikan, transformasi lembaga perwakilan perdagangan di luar negeri menjadi salah satu kunci dalam reformasi birokrasi untuk menggenjot ekspor. 

Dalam kondisi ekonomi global yang tidak pasti saat ini dan wabah virus Covid-19 yang melanda di dunia, perwakilan perdagangan di luar negeri mengemban tugas yang sangat penting dan strategis untuk meningkatan neraca perdagangan Indonesia. 

Perwakilan perdagangan di luar negeri tersebut meliputi Duta Besar WTO, Atase Perdagangan, Indonesian Trade Promotion Center (ITPC), Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei, dan Konsul Dagang di Hong Kong

Hal ini disampaikan Oke saat membuka Pra Rapat Kerja (Raker) Kementerian Perdagangan Tahun 2020 hari ini, Senin (2/3) di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta. 

Transformasi Perwakilan Perdagangan RI di luar negeri merupakan salah satu upaya Kementerian Perdagangan dalam akselerasi untuk meningkatkan ekspor nonmigas. 

"Akselerasi peningkatan ekspor dan penguatan pasar dalam negeri merupakan dua pilar untuk menjadikan Indonesia negara maju, serta pendorong bagi Indonesia untuk berinovasi dan berkinerja lebih baik," tandas Oke.

Lanjut Oke, perwakilan perdagangan di luar negeri memiliki peran penting dan ujung tombak peningkatan ekspor Indonesia, yaitu sebagai pusat promosi produk Indonesia, agen pemasaran, dan penyedia market intelligence.

Perwakilan perdagangan tidak lagi berperan sebagai perpanjangan tangan birokrasi Indonesia. Untuk itu, perlu strategi khusus untuk menciptakan transaksi. 

"Perwakilan perdagangan harus menjadi agen pemasaran, yaitu menjual; mendekati pembeli; mengenali budaya, pola dan perilaku buyer; dan merebut hati buyer sehingga calon buyer tidak berpikir dua kali dalam melakukan transaksi atas produk Indonesia," jelas Oke.

Menurut Oke, untuk menjalankan perannya dengan baik, perwakilan perdagangan perlu bersinergi dengan para pemangku kepentingan dan pelaku usaha, memahami pasar dan produk yang akan dipasarkan, menciptakan program-program baru, serta membuat analisis transaksi.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) periode 2019—2020 Dody Edward menyampaikan, perwakilan perdagangan juga berperan penting atas kesuksesan penyelenggaraan promosi dan misi dagang di luar negeri. Peningkatan peran perwakilan perdagangan sangat krusial. 

"Hal ini karena kesuksesan program tersebut membutuhkan dukungan dan peran aktif dari perwakilan perdagangan di luar negeri yang melakukan persiapan dari sebelum kegiatan promosi dan misi dagang sampai pasca pelaksanaan kegiatan promosi dan misi dagang tersebut sehingga capai transaksi yang ditargetkan,” imbuh Dody. 

Saat ini, ada enam negara tempat perwakilan perdagangan di dunia yang akan menjadi proyek percontohan. Keenam negara tersebut, yaitu Jepang, Arab Saudi, Korea Selatan, Tiongkok, Uni Emirat Arab, dan Australia.